Kolonel Agus Hernoto: Legenda Kopassus yang Berani Hadang Jenderal LB Moerdani dengan Moncong Senjata
Rabu, 12 Maret 2025 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Keberaniannya di berbagai operasi militer membuatnya mendapatkan penghargaan tertinggi dari Presiden Soeharto pada tahun 1987: Bintang Sakti. Penghargaan ini hanya diberikan kepada mereka yang menunjukkan keberanian luar biasa, sejajar dengan Jenderal Benny Moerdani yang sebelumnya menerima penghargaan serupa dari Presiden Soekarno.
Namun, di balik prestasi gemilangnya, tersimpan kisah ketegangan yang nyaris berujung baku tembak antara dirinya dan Benny Moerdani.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh
Tahun 1956, situasi di dalam tubuh RPKAD memanas. Mayor Djaelani, Komandan RPKAD saat itu, merancang rencana penculikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel AH Nasution.
Rencana ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kondisi nasional dan kesejahteraan prajurit yang dianggap kurang diperhatikan.
Pada 26 November 1956, suasana di Asrama RPKAD Batujajar, Bandung mendadak tegang. Prajurit Kompi B yang menolak rencana penculikan melepaskan tembakan, terlibat baku tembak dengan pasukan Kompi A yang dipimpin oleh Benny Moerdani.
Di tengah kekacauan, Sersan Agus Hernoto muncul dengan pistol terhunus, menodongkan senjatanya langsung ke wajah Benny Moerdani.
Namun, di balik prestasi gemilangnya, tersimpan kisah ketegangan yang nyaris berujung baku tembak antara dirinya dan Benny Moerdani.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Letjen Sutiyoso Menyamar Jadi Sopir untuk Tangkap Pimpinan GAM di Pedalaman Aceh
Insiden Mencekam di Batujajar
Tahun 1956, situasi di dalam tubuh RPKAD memanas. Mayor Djaelani, Komandan RPKAD saat itu, merancang rencana penculikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel AH Nasution.
Rencana ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kondisi nasional dan kesejahteraan prajurit yang dianggap kurang diperhatikan.
Pada 26 November 1956, suasana di Asrama RPKAD Batujajar, Bandung mendadak tegang. Prajurit Kompi B yang menolak rencana penculikan melepaskan tembakan, terlibat baku tembak dengan pasukan Kompi A yang dipimpin oleh Benny Moerdani.
Di tengah kekacauan, Sersan Agus Hernoto muncul dengan pistol terhunus, menodongkan senjatanya langsung ke wajah Benny Moerdani.
Lihat Juga :