alexametrics

Miris! Tak Tahan Disiksa, Napi Ini Nekat Tulis Surat kepada Kalapas Kayuagung

loading...
Miris! Tak Tahan Disiksa, Napi Ini Nekat Tulis Surat kepada Kalapas Kayuagung
Tulisan tangan Napi Lapas Kelas III A Kayuagung, berisi siksaan yang dialaminya dibalik jeruji besi. Foto/Yovan Wijaya
A+ A-
KAYUAGUNG - Miris membaca Isi sebuah surat pengakuan Narapidana Kasus Tipikor di Lapas Kayuagung yang sangat memperihatinkan. Surat yang ditulis tangan oleh Mus Andrian Bin Mustar yang divonis 7 Tahun 6 Bulan tersebut dikirim pada 17 Februari 2020 dan ditujukan kepada Kepala Lapas Kayuagung, Hamdi Hasibuan.

Dalam surat Mus Andrian yang telah menjalani masa tahanan 6 tahun 9 bulan itu menyampaikan 3 permintaan kepada Kepala Lapas.

Di poin pertama Mus mengungkapkan dia meminta memohon solusi persoalannya yang terkait hutang piutang.



"Saya selaku warga binaan Lapas Kayuagung saat ini memohon solusi pemecahan dikarenakan masalah yang saya hadapi saat ini masalah hutang-piutang," tulisnya.

Pada poin kedua. Mus menuliskan seraya mengaku dipukuli, disiksa dan di massa. Bahkan, Mus mengaku hendak dibunuh.

"Tolong pak, nyawa saya terancam meski saya dipindah ke kamar lain saya dilempar, pakai batu, kayu, air kencing, serta dipukuli beramai ramai. Tolong saya pak (kalapas)," tulisnya lagi.

Mus mengaku muka, dada, tangan, kaki, hingga kepala dan tubuhnya sudah tidak kuat menahan siksaan. "bahkan alat vital saya juga dipukul," tulis Mus dalam surat.

Pada poin ke tiga, Mus mengaku sudah berulang kali melaporkan ke petugas lapas. Namun tetap mendapat penyiksaan.

"Apakah saya harus melapor kepada aparat dan lembaga bantuan hukum. Saya akan suruh keluarga saya untuk memvisum penganiayaan ini," Tulisnya lagi.

Diakhir surat, Mus mengaku menulis surat itu dalam keadaan penuh rasa ketakutan. Dia meminta Kalapas cepat bertindak.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III A Kayuagung OKI, Hamdi Hasibuan mengatakan, dia belum menerima laporan ataupun surat yang dimaksudkan tersebut. Dia mengatakan saat ini sedang berada di Jakarta.

"Kalau soal surat itu saya sendiri belum tahu, nanti saya cek dulu. Saat ini saya sedang berada di Jakarta," pungkas Hamdi saat dikonfirmasi via seluler.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak