alexametrics

Sopir Tewas Dihakimi Massa di Depan Aparat, Polisi Diduga Bertindak Tak Sesuai SOP

loading...
Sopir Tewas Dihakimi Massa di Depan Aparat, Polisi Diduga Bertindak Tak Sesuai SOP
Anggota DPR Provinsi Papua H Darwis Massi menuding aparat Kepolisian tidak cermat menyelamatkan Yus Yunus, sopir truk asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang dihakimi massa di Dogiyai, Papua. Foto tangkapan layar Youtube
A+ A-
JAYAPURA - Meninggalnya Yus Yunus, sopir truk asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang dihakimi massa di Dogiyai, Papua dan videonya viral di media sosial terus menuai polemik. Anggota DPR Provinsi Papua H Darwis Massi menuding aparat Kepolisian tidak cermat untuk menyelamatkan korban. (Baca: Sopir Tewas Dihakimi Massa di Depan Polisi, Ini Kata Kapolda Papua)

"Kemarin terkesan ada pembiaran, karena dalam waktu yang begitu lama dari proses tabrak sampai kepada kejadian selanjutnya ada rentang waktu yang lama yang semestinya aparat itu kemudian bertindak menyelamatkan si korban, saya pertanyakan SOP nya," ucapnya.

Pihaknya sangat menyesalkan tindakan tersebut. Dia menduga aparat Kepolisian yang berada di lokasi kejadian dan sempat mengamankan korban, tidak menjalankan SOP dengan benar.



"Kami sangat menyesali tindakan ini dan kami boleh katakan bahwa ini ada aparat keamanan tidak melaksanakan standar operasional pengamanan yang benar tentunya mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan dan melindungi warga apalagi di depan mata," katanya.

Sedangkan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku, jika jajarannya tersebut tidak maksimal melindungi korban. Kapolda mengaku hal ini situasional.

"Ini juga sudah dalam pengawasan perlindungan kepolisian, harusnya mereka mampu melindungi korban. Tapi oke itu situasional, nanti kita akan cek semua. Kemudian, saya bayangkan kalau anggota itu melakukan tindakan tegas kepada masyarakat pasti ada korban, kalau mau kuat-kuatan," kata Kapolda kepada awak media di Mapolresta Jayapura, Kamis (27/2/2020).

Mantan Kapolda Sumut ini juga menyesalkan sikap tidak menghormati aparat penegak hukum yang hadir di lokasi untuk menyelesaian persoalan.

"Saya berharap kedepannya, apabila sudah dalam perlindungan kepolisian, tolong masyarakat harus pahami, jangan terus memaksa kehendak. Mereka harusnya menghormati dan menghargai kami, anggota sudah ada di lapangan datang dari jauh-jauh untuk menangani permasalah ini, tapi begini, sekali lagi saya prihatin atas masalah ini, karena ini salah alamat, dugaan saya itu salah alamat," ucapnya.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan untuk pengusutan dan penuntasan, Polda Papua telah menurunkan tim ke Dogiyai terkait kasus main hakim sendiri oleh warga setempat terhadap Yus Yunus, sopir truk Nabire - Dogiyai yang viral di media sosial.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak