Pembakaran Mapolsek Ciracas, 29 Oknum Prajurit Dijerat Pasal Berlapis
Jum'at, 04 September 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
“Saksi yang diperiksa menyebutkan bahwa ada teman-teman satu angkatan Prada MI yang melakukan penyerangan bukan cuma dari Angkatan Darat. Ada dari matra lain yang ikut pada saat malam itu di TKP,” tandasnya.
Menurut Eddy, pihaknya sudah mengantongi barang bukti, terdiri atas rekaman kamera CCTV dan beberapa foto saat penyerangan ke Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. “Ini semua akan kami teliti dan pelajari apakah betul yang ada di TKP saat malam kejadian dari matra lain,” ucapnya. (Baca juga: Pentagon: China Lirik Indonesia untuk jadi Pangkalan Militernya)
Guna mengungkap siapa saja yang terlibat dalam insiden penyerangan dan pembakaran Mapolsek Ciracas, TNI meminta masyarakat turut aktif memberikan informasi yang terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2020 dini hari. “Kami pastikan siapa saja yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan penyelidikan serta penyidikan dilakukan transparan. Karena itu, kami memohon bantuan kepada masyarakat yang mengetahui kejadian itu dapat melaporkan ke kami,” ungkapnya.
Pangdam Jaya TNI AD Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, selain kerusakan Mapolsek Ciracas , jumlah warga yang menjadi korban kebrutalan oknum tersebut juga mencapai 90 orang. Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya menjadi korban penganiayaan dan kerugian materiil tercatat 83 unit.
“Jumlah tersebut merupakan pemutakhiran pada Rabu, 2 September 2020 pukul 18.00 WIB. Pengaduan korban penganiayaan ada 16 orang dan kerusakan materiil 83 unit. Ada orang yang dipukul dan motornya rusak,” kata Dudung. (Baca juga: Banyuwangi Bakal Jadi Pusat Wisata Baharai Kelas Dunia)
Menurut Eddy, pihaknya sudah mengantongi barang bukti, terdiri atas rekaman kamera CCTV dan beberapa foto saat penyerangan ke Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. “Ini semua akan kami teliti dan pelajari apakah betul yang ada di TKP saat malam kejadian dari matra lain,” ucapnya. (Baca juga: Pentagon: China Lirik Indonesia untuk jadi Pangkalan Militernya)
Guna mengungkap siapa saja yang terlibat dalam insiden penyerangan dan pembakaran Mapolsek Ciracas, TNI meminta masyarakat turut aktif memberikan informasi yang terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2020 dini hari. “Kami pastikan siapa saja yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan penyelidikan serta penyidikan dilakukan transparan. Karena itu, kami memohon bantuan kepada masyarakat yang mengetahui kejadian itu dapat melaporkan ke kami,” ungkapnya.
Pangdam Jaya TNI AD Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, selain kerusakan Mapolsek Ciracas , jumlah warga yang menjadi korban kebrutalan oknum tersebut juga mencapai 90 orang. Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya menjadi korban penganiayaan dan kerugian materiil tercatat 83 unit.
“Jumlah tersebut merupakan pemutakhiran pada Rabu, 2 September 2020 pukul 18.00 WIB. Pengaduan korban penganiayaan ada 16 orang dan kerusakan materiil 83 unit. Ada orang yang dipukul dan motornya rusak,” kata Dudung. (Baca juga: Banyuwangi Bakal Jadi Pusat Wisata Baharai Kelas Dunia)
Lihat Juga :