Viral Putera Mahkota Keraton Solo Nyesal Gabung Republik, Ini Faktanya
Senin, 03 Maret 2025 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Ekspresi kekecewaan itu, lanjutnya, dituangkan dalam unggahan di akun Instagram yang salah satunya memuat tentang pernyataan mengenai penyesalan bergabung dengan republik.
Baca juga: Mabes Polri Tangkap Kapolres Ngada, Diduga Terlibat Narkoba dan Asusila
Pernyataan itu bukan cerminan dari hilangnya semangat nasionalisme, patriotisme, atau jiwa bela negara dalam diri Gusti Purbaya. Melainkan suatu bentuk kritik dan sindiran terhadap para penyelenggara negara saat ini.
“Bahwa maksud dari unggahan tersebut adalah untuk menyoroti bahwa tata kelola pemerintahan saat ini jauh dari harapan para leluhur kami yang dahulu turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.
Berdasarkan fakta sejarah, putera mahkota menyebut bahwa para leluhurnya, para Sri Susuhunan di Surakarta, memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Antara lain Sri Susuhunan Pakoe Boewono VI (1823-1830), dan Sri Susuhunan Pakoe Boewono X (1893-1939) yang telah diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Selain itu juga Sri Susuhunan Pakoe Boewono XII (1945-2004) yang dengan sukarela menggabungkan negerinya yang telah berdaulat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan menyerahkan harta benda dan kekuasaannya demi tegaknya NKRI yang pada saat itu masih dalam tahap awal pembangunan.
Baca juga: Mabes Polri Tangkap Kapolres Ngada, Diduga Terlibat Narkoba dan Asusila
Pernyataan itu bukan cerminan dari hilangnya semangat nasionalisme, patriotisme, atau jiwa bela negara dalam diri Gusti Purbaya. Melainkan suatu bentuk kritik dan sindiran terhadap para penyelenggara negara saat ini.
“Bahwa maksud dari unggahan tersebut adalah untuk menyoroti bahwa tata kelola pemerintahan saat ini jauh dari harapan para leluhur kami yang dahulu turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.
Berdasarkan fakta sejarah, putera mahkota menyebut bahwa para leluhurnya, para Sri Susuhunan di Surakarta, memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Antara lain Sri Susuhunan Pakoe Boewono VI (1823-1830), dan Sri Susuhunan Pakoe Boewono X (1893-1939) yang telah diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Selain itu juga Sri Susuhunan Pakoe Boewono XII (1945-2004) yang dengan sukarela menggabungkan negerinya yang telah berdaulat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan menyerahkan harta benda dan kekuasaannya demi tegaknya NKRI yang pada saat itu masih dalam tahap awal pembangunan.
Lihat Juga :