Band Sukatani Ngaku Diintimidasi sejak Juli 2024, Tolak Tawaran Jadi Duta Kepolisian

Senin, 03 Maret 2025 - 15:39 WIB
loading...
Band Sukatani Ngaku...
Grup band Sukatani buka suara terkait polemik mereka dengan aparat Kepolisian. Grup punk asal Purbalingga itu mengaku mengalami intimidasi sejak Juli 2024. Foto/IG Sukatani
A A A
SEMARANG - Grup band Sukatani buka suara terkait polemik yang menimpa mereka berkaitan dengan aparat Kepolisian. Grup punk asal Purbalingga itu menyebut telah mengalami intimidasi sejak Juli 2024.

Diketahui lagu Sukatani berjudul “Bayar Bayar Bayar” itu viral setelah 2 personelnya M Syifa Al Lutfi atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel membuat video klarifikasi dan permintaan maaf kepada Kapolri di akun Instagramnya.

Baca juga: Amnesty International Indonesia Desak Polri Ungkap Pengintimidasi Band Sukatani

Berbarengan dengan itu, lagu tersebut juga hilang dari platform digital. Mereka menyebut permintaan maaf dan klarifikasi itu tanpa tekanan dari siapapun dan atas kesadaran mereka sendiri.

Kini, melalui akun Instagram @lbh Semarang, Sukatani memberikan keterangan resmi. Sukatani dalam keadaan baik namun masih dalam proses recovery pasca-kejadian bertubi yang selama ini dihadapinya sejak Juli 2024 lalu. Keterangan itu dipublish 1 Maret 2025.



“Tekanan dan intimidasi dari Kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul ‘bayar bayar bayar” kami unggah melalui media sosial. Kejadian tersebut membuat kami mengalami berbagai kerugian baik secara materiil maupun nonmateriil,” tulis Grup Sukatani pada keterangannya.

Selain itu, mereka juga mengumumkan tawaran dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk menjadi Duta Polri ditolak.

Baca juga: Propam Polri Periksa Anggota Ditressiber Polda Jateng Terkait Band Sukatani

“Tawaran menjadi Duta Polisi dari Kapolri, dengan itu kami menolak dengan tegas tawaran menjadi Duta Kepolisian tersebut,” tegasnya.

Mereka menuliskan, setelah video klarifikasi itu diunggah, banyak sekali tawaran yang masuk, termasuk kepada Twister Angel merespons pemecatannya sebagai guru.

Mereka juga meluruskan Twister Angel yang merupakan vokalis Sukatani memang benar-benar diberhentikan alias PHK sepihak oleh yayasan tempatnya mengajar, dengan alasan karena masuk band Punk.

Pemecatan dilakukan tanpa memberikan ruang dan kesempatan bagi Twister Angel untuk dimintai keterangannya. Bahkan dalam surat pemecatan yang diterima sama sekali tidak menjelaskan apakah keikutsertaannya di Sukatani sebagai pelanggaran berat.

Mengenai pentas yang terjadi pasca-klarifikasi, Sukatani menyebut itu murni pertanggungjawaban grup tersebut untuk tetap memenuhi janji sesuai kontrak yang sudah disepakati jauh hari sebelum pembredelan lagu “bayar bayar bayar”.

“Kami paham bahwa apa yang baru saja kami alami dan dukungan luas dari kawan-kawan semua membuat semua pihak yang berbuat salah pada kami tiba-tiba mau terlihat baik,” sambungnya.

Sukatani juga mengumumkan pihaknya saat ini berjalan bersama LBH Semarang - YLBHI.

Pada bagian lain, Divisi Propam Polri melalui Biro Paminal melakukan serangkaian pemeriksaan kepada penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jateng karena diduga melakuan intimidasi terhadap grup Sukatani tersebut. Jumlah personel yang diperiksa 7 orang.

“Bisa ditanyakan ke Propam Polri (Mabes Polri), (karena) pemeriksaan oleh Propam Polri,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto kepada wartawan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menanti Sanksi untuk...
Menanti Sanksi untuk Aiptu Ikhwan Polisi Penuding Penjual Es Pakai Spons
Soroti Intimidasi Atlet...
Soroti Intimidasi Atlet Disabilitas, Anggota DPR Selly: NPCI Bekasi Langgar UU
Pastikan Keamanan dan...
Pastikan Keamanan dan Kondusivitas, Kemenko Polkam Tinjau Pabrik Es di Sumut yang Diintimidasi Ormas
Pramono-Rano Karno Minta...
Pramono-Rano Karno Minta Dikritik Ribuan Kader PDIP Jakarta: Jangan Ragu!
Ribuan Warga Hadiri...
Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Rizkyl Wathoni, Remaja Lombok yang Bunuh Diri Diduga Tertekan Diintimidasi Polisi
HKI Keluhkan Maraknya...
HKI Keluhkan Maraknya Premanisme Berkedok Ormas
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Rekomendasi
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Berita Terkini
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved