COVID-19 Masih Mengancam, Pilkada Serentak 2020 Dipastikan Tak Meriah
Kamis, 03 September 2020 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
"Saat pendaftaran, jangan pakai pola pikir bukan COVID, ya. Yang penting mah kan kita daftar, terberitakan. Kemudian terverifikasi. Sekarang (kampanye mengundang kerumunan massa) juga sudah tidak bisa lagi dilakukan,” ujar Kang Emil. (BACA JUGA: Bandung Diteror Penjahat Jalanan, Dua Pekan 9 Warga Jadi Korban )
Sebagai ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, tutur Kang Emil, kegiatan kampanye yang memacing massa berkerumun tidak boleh dilakukan dalam pilkada di delapan daerah di Jabar. “Kami dari gugus tugas mengimbau (kampenye mengundang massa berkerumun) tidak usah dilakukan,” tutur Gubernur.
Kang Emil meminta para pendukung pasangan bakal calon di pilkada serentak untuk tidak ikut berbondong-bondong mengantar pendaftaran ke KPU yang akan dimulai pada Jumat 4 September hingga Minggu 6 September 2020.
Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, protokol kesehatan harus diterapkan dalam kegiatan pilkada. "Saya berharap kepada seluruh peserta , apapun kegiatan dalam pilkada, harus sesuai dengan protokol kesehatan," kata Irjen Pol Rudy.
Kapolda mengemukakan, Polda Jabar menyiagakan ribuan personel kepolisian untuk mengamankan Pilkada Serentak 2020 di delapan daerah di Jawa Barat. Pengamanan diutamakan untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Meski begitu, pengamanan terhadap hal-hal selama pilkada, seperti kampanye hitam dan potensi bentrok antarpendukung, juga tetap diantisipasi. "Semuanya sudah siap, jumlah personel juga sudah disiapkan, datanya ada semua, nanti kami kasih semua," ujar Kapolda.
Sebagai ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, tutur Kang Emil, kegiatan kampanye yang memacing massa berkerumun tidak boleh dilakukan dalam pilkada di delapan daerah di Jabar. “Kami dari gugus tugas mengimbau (kampenye mengundang massa berkerumun) tidak usah dilakukan,” tutur Gubernur.
Kang Emil meminta para pendukung pasangan bakal calon di pilkada serentak untuk tidak ikut berbondong-bondong mengantar pendaftaran ke KPU yang akan dimulai pada Jumat 4 September hingga Minggu 6 September 2020.
Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, protokol kesehatan harus diterapkan dalam kegiatan pilkada. "Saya berharap kepada seluruh peserta , apapun kegiatan dalam pilkada, harus sesuai dengan protokol kesehatan," kata Irjen Pol Rudy.
Kapolda mengemukakan, Polda Jabar menyiagakan ribuan personel kepolisian untuk mengamankan Pilkada Serentak 2020 di delapan daerah di Jawa Barat. Pengamanan diutamakan untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Meski begitu, pengamanan terhadap hal-hal selama pilkada, seperti kampanye hitam dan potensi bentrok antarpendukung, juga tetap diantisipasi. "Semuanya sudah siap, jumlah personel juga sudah disiapkan, datanya ada semua, nanti kami kasih semua," ujar Kapolda.
Lihat Juga :