Muncul Gerakan Coblos Semua Paslon di Solo, PDIP: Enggak Ada Masalah!
Kamis, 03 September 2020 - 22:30 WIB
loading...
PDIP menanggapi ringan gerakan mengajak pemilih untuk mencoblos dua pasangan calon sekaligus yang maju dalam Pilkada Surakarta 2020. FOTO Ilustrasi :SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - PDIP hanya menanggapi ringan dengan gerakan yang mengajak pemilih untuk mencoblos dua pasangan calon sekaligus yang maju dalam Pilkada Surakarta 2020. Dengan mencoblos keduanya maka surat suara akan rusak dan tidak sah.
“Setiap Pemilu kan ada seperti itu (gerakan agar suara tidak sah), pemilu legislatif juga ada. Enggak ada masalah,” lugas Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto, Kamis (3/9/2020).
Dia mencontohkan peristiwa serupa juga ditemukan pada saat Pilkada 2010 di daerah asalnya Kabupaten Semarang. Meski demikian, tak banyak kasus surat suara rusak yang ditemukan sehingga jagoan nyang diusung PDIP memenangkan kontestasi Pilkada tersebut.
“Itu (gerakan mencoblos dua paslon) pernah terjadi di Pilkada Kabupaten Semarang. Waktu Mundjirin – Warnadi sama Siti Ambar Fathonah - Wuwuh Beno Nugroho,” ungkapnya.(Baca juga : Gibran Bakal Pakai Blangkon Baju Lurik dan Naik Sepeda, Ada Apa? )
“Dua-duanya dicoblos karena Wuwuh juga kader PDIP, dan Mundjirin kader PDIP dicoblos juga. Kalau (surat suara) rusak pasti ada, tapi kan enggak begitu signifikan,” tandasnya.
“Setiap Pemilu kan ada seperti itu (gerakan agar suara tidak sah), pemilu legislatif juga ada. Enggak ada masalah,” lugas Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto, Kamis (3/9/2020).
Dia mencontohkan peristiwa serupa juga ditemukan pada saat Pilkada 2010 di daerah asalnya Kabupaten Semarang. Meski demikian, tak banyak kasus surat suara rusak yang ditemukan sehingga jagoan nyang diusung PDIP memenangkan kontestasi Pilkada tersebut.
“Itu (gerakan mencoblos dua paslon) pernah terjadi di Pilkada Kabupaten Semarang. Waktu Mundjirin – Warnadi sama Siti Ambar Fathonah - Wuwuh Beno Nugroho,” ungkapnya.(Baca juga : Gibran Bakal Pakai Blangkon Baju Lurik dan Naik Sepeda, Ada Apa? )
“Dua-duanya dicoblos karena Wuwuh juga kader PDIP, dan Mundjirin kader PDIP dicoblos juga. Kalau (surat suara) rusak pasti ada, tapi kan enggak begitu signifikan,” tandasnya.
Lihat Juga :