Bidik Siswi KU 8 Tumbuhkan Kecintaan Sepak Bola Sejak Dini
Sabtu, 22 Februari 2025 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
“Meski secara kekuatan otot dan motorik para peserta KU 8 belum sekuat KU 10 atau KU 12, kami berharap melalui rintangan yang diberikan mereka dapat berevolusi. Kami juga melakukan evaluasi apakah tantangan yang diberikan terlalu sulit atau tidak. Namun kami memastikan para peserta bergembira di lapangan dan merasakan euforia bermain sepak bola,” terangnya.
Assistant Coach MilkLIfe Soccer Challenge Asep Sunarya menyebut rintangan Festival SenengSoccer memadukan latihan teknik, kecepatan dan endurance yang biasa diberikan saat melatih sepak bola dari level paling dasar. Hal ini untuk mempersiapkan para pemain agar lebih familiar dengan gerakan yang dipakai saat mengikuti turnamen sepak bola kategori KU 10.
Pada Festival SenengSoccer, para peserta memulai tantangan dengan berlari zig-zag melewati rintangan, yang dilanjut dengan melakukan lemparan (throw in) ke target. Di tantangan kedua peserta melakukan dribbling bola melalui lintasan berkelok, lalu melakukan tendangan ke arah gawang berukuran kecil hingga dinyatakan masuk.
Pada tantangan ketiga, peserta melompat dengan dua kaki secara bersamaan melewati rintangan dan dilanjutkan melakukan shooting ke arah gawang hingga bola masuk.
Di tahap akhir, peserta kemudian berlari (sprint) untuk menekan tombol timer sebagai raihan waktu mereka.
Rintangan yang harus dilalui peserta memiliki tujuan untuk lebih mengenalkan gerakan yang ada dalam sepak bola, seperti lari zig-zag seolah-olah sedang melewati pemain lawan. Lalu melempar bola ke target, serta dribbling dan passing yang sudah pasti ada saat pertandingan sesungguhnya. ”Yang terpenting mereka gembira bermain sepak bola dan merasa termotivasi untuk lebih kompetitif,” tuturnya.
Assistant Coach MilkLIfe Soccer Challenge Asep Sunarya menyebut rintangan Festival SenengSoccer memadukan latihan teknik, kecepatan dan endurance yang biasa diberikan saat melatih sepak bola dari level paling dasar. Hal ini untuk mempersiapkan para pemain agar lebih familiar dengan gerakan yang dipakai saat mengikuti turnamen sepak bola kategori KU 10.
Pada Festival SenengSoccer, para peserta memulai tantangan dengan berlari zig-zag melewati rintangan, yang dilanjut dengan melakukan lemparan (throw in) ke target. Di tantangan kedua peserta melakukan dribbling bola melalui lintasan berkelok, lalu melakukan tendangan ke arah gawang berukuran kecil hingga dinyatakan masuk.
Pada tantangan ketiga, peserta melompat dengan dua kaki secara bersamaan melewati rintangan dan dilanjutkan melakukan shooting ke arah gawang hingga bola masuk.
Di tahap akhir, peserta kemudian berlari (sprint) untuk menekan tombol timer sebagai raihan waktu mereka.
Rintangan yang harus dilalui peserta memiliki tujuan untuk lebih mengenalkan gerakan yang ada dalam sepak bola, seperti lari zig-zag seolah-olah sedang melewati pemain lawan. Lalu melempar bola ke target, serta dribbling dan passing yang sudah pasti ada saat pertandingan sesungguhnya. ”Yang terpenting mereka gembira bermain sepak bola dan merasa termotivasi untuk lebih kompetitif,” tuturnya.
Lihat Juga :