Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.406 Orang, Sumbernya Rumah dan Perkantoran
Kamis, 03 September 2020 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Dwi memaparkan, dari 1.406 kasus positif tersebut sebanyak 71 di antaranya adalah pekerja migran Indonesia yang sedang dikarantina di Wisma Atlet dan merupakan warga yang tinggal di luar DKI Jakarta (alamat tersebar di seluruh Indonesia).
Kemudian dari penambahan kasus tersebut, 42 % di antaranya adalah hasil tracing Puskesmas yang melakukan pemeriksaan kepada kontak erat pasien positif. Sementara, untuk tracing ratio di DKI Jakarta saat ini adalah 6, artinya dari 1 kasus positif, rata-rata 6 orang kontak erat akan diperiksakan PCR.
"33 % kasus positif tersebut adalah kasus yang diambil spesimen pada 27 dan 28 Agustus 2020. Jika dihitung mundur, masa inkubasi tersering adalah 6 hari (inkubasi adalah lama waktu dari virus masuk sampai dengan menimbulkan gejala), lalu pasien mengakses pemeriksaan PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi pada 20 Agustus 2020 (minggu)," ungkapnya.
Dari total pasien positif di Jakarta, sekitar 55 % adalah tanpa gejala, 32 % bergejala, dan 13 % tidak ada data. Untuk klaster terbesar di Jakarta adalah permukiman, lalu perkantoran. (Baca juga: Angka Kesembuhan Penderita Covid-19 Turun Jadi 71,7%)
“Penting untuk memastikan 3M berjalan dengan sebaik-baiknya di ranah private/rumah dengan memaksimalkan peran Gugus Tugas RT/RW dan memastikan setiap orang menjalankan protokol kesehatan. 1 Rumah 1 Kader Covid-19 menjadi penting,” tukasnya.
Kemudian dari penambahan kasus tersebut, 42 % di antaranya adalah hasil tracing Puskesmas yang melakukan pemeriksaan kepada kontak erat pasien positif. Sementara, untuk tracing ratio di DKI Jakarta saat ini adalah 6, artinya dari 1 kasus positif, rata-rata 6 orang kontak erat akan diperiksakan PCR.
"33 % kasus positif tersebut adalah kasus yang diambil spesimen pada 27 dan 28 Agustus 2020. Jika dihitung mundur, masa inkubasi tersering adalah 6 hari (inkubasi adalah lama waktu dari virus masuk sampai dengan menimbulkan gejala), lalu pasien mengakses pemeriksaan PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi pada 20 Agustus 2020 (minggu)," ungkapnya.
Dari total pasien positif di Jakarta, sekitar 55 % adalah tanpa gejala, 32 % bergejala, dan 13 % tidak ada data. Untuk klaster terbesar di Jakarta adalah permukiman, lalu perkantoran. (Baca juga: Angka Kesembuhan Penderita Covid-19 Turun Jadi 71,7%)
“Penting untuk memastikan 3M berjalan dengan sebaik-baiknya di ranah private/rumah dengan memaksimalkan peran Gugus Tugas RT/RW dan memastikan setiap orang menjalankan protokol kesehatan. 1 Rumah 1 Kader Covid-19 menjadi penting,” tukasnya.
Lihat Juga :