Sekolah di Nias Viral Karena Guru Bolos Massal Sebulan, Pemerintah Akhirnya Bangun Mess
Kamis, 20 Februari 2025 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, SDN 078481 Uluna'ai Hiligo'o viral di media sosial para siswa tidak bisa belajar lantaran tak ada satu guru pun yang hadir. Menurut keterangan siswa, hal itu sudah berlangsung selama satu bulan.
Merespons hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengirim tim untuk melihat kondisi keadaan sekolah di Nias tersebut. "Terima kasih adik-adik di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, Kec. Idanogawo, Kab. Nias, yang telah menyuarakan kondisi di sekolahnya," katanya melalui akun Instagram resmi Seskab RI pada 19 Januari 2025.
"Bagi adik-adik, para guru, orang tua, dan warga di sekitar Dusun III, untuk usulan jalan keluar akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait," tutupnya.
Baca juga: Usai Viral, Guru SD di Pelosok Nias Dilarang Pulang ke Rumah
Sementara, Bupati Nias Yaatulo Gulo mengambil kebijakan dengan mewajibkan guru tinggal sementara di lingkungan sekolah dan tak pulang setiap hari. Hal itu untuk mengantisipasi guru terhalang banjir sungai karena mereka harus melalui 13 kali sungai serta menempuh perjalanan sejauh 8,5 kilometer dengan jalan kaki menuju sekolah.
Merespons hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengirim tim untuk melihat kondisi keadaan sekolah di Nias tersebut. "Terima kasih adik-adik di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, Kec. Idanogawo, Kab. Nias, yang telah menyuarakan kondisi di sekolahnya," katanya melalui akun Instagram resmi Seskab RI pada 19 Januari 2025.
"Bagi adik-adik, para guru, orang tua, dan warga di sekitar Dusun III, untuk usulan jalan keluar akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait," tutupnya.
Baca juga: Usai Viral, Guru SD di Pelosok Nias Dilarang Pulang ke Rumah
Sementara, Bupati Nias Yaatulo Gulo mengambil kebijakan dengan mewajibkan guru tinggal sementara di lingkungan sekolah dan tak pulang setiap hari. Hal itu untuk mengantisipasi guru terhalang banjir sungai karena mereka harus melalui 13 kali sungai serta menempuh perjalanan sejauh 8,5 kilometer dengan jalan kaki menuju sekolah.
Lihat Juga :