Kisah Kerajaan di Sulsel Gempur Gabungan Pasukan Belanda dan Sidenreng
Rabu, 19 Februari 2025 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, Belanda yang dipimpin Letnan Kolonel Reeder menderita kekalahan dan meninggalkan dua opsir, 11 orang serdadu, dan 31 orang luka-luka. Di sinilah gigihnya pertempuran pasukan Kerajaan Suppa yang kini masuk wilayah Pinrang, Sulawesi Selatan.
Mereka dapat mengalahkan pasukan gabungan Belanda dan Sidenreng yang persenjataannya lebih bagus meskipun secara jumlah juga di bawahnya. Kekalahan yang diderita pasukan Belanda itu menyadarkan pimpinan militer yang berkedudukan di Makassar bahwa Suppa cukup sulit ditaklukkan oleh pasukan ekspedisi yang dikirimkannya.
Kesadaran itu mendorong pimpinan militer Belanda berusaha membangun kembali kekuatan pasukan gabungannya dengan kerajaan Sidenreng untuk dikirimkan ke Suppa. Penyerangan ke Suppa dilakukan pada Agustus 1824.
Sayang lagi-lagi penyerangan itu kelihatan dengan jelas kelemahan kekuatan pasukan Belanda. Dengan kekuatan yang hanya terdiri atas 270 orang, de Stuers sebagai pemimpin pasukan Belanda harus berusaha sekuat tenaga mempertahankan kubu pertahanannya.
Mereka dapat mengalahkan pasukan gabungan Belanda dan Sidenreng yang persenjataannya lebih bagus meskipun secara jumlah juga di bawahnya. Kekalahan yang diderita pasukan Belanda itu menyadarkan pimpinan militer yang berkedudukan di Makassar bahwa Suppa cukup sulit ditaklukkan oleh pasukan ekspedisi yang dikirimkannya.
Kesadaran itu mendorong pimpinan militer Belanda berusaha membangun kembali kekuatan pasukan gabungannya dengan kerajaan Sidenreng untuk dikirimkan ke Suppa. Penyerangan ke Suppa dilakukan pada Agustus 1824.
Sayang lagi-lagi penyerangan itu kelihatan dengan jelas kelemahan kekuatan pasukan Belanda. Dengan kekuatan yang hanya terdiri atas 270 orang, de Stuers sebagai pemimpin pasukan Belanda harus berusaha sekuat tenaga mempertahankan kubu pertahanannya.
(jon)
Lihat Juga :