Pilkada Sidoarjo: BHS-Taufiqulbar Kantongi Rekom 4 Parpol, Gerindra Kemana?
Kamis, 03 September 2020 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Selain pengusaha perkapalan dan properti yang sukses, BHS merupakan anggota Komisi V dan VI DPR RI dari Fraksi Gerindra periode 2014-2019 yang antara lain membidangi infrastruktur, transportasi, industri, perdagangan, BUMN, UMKM dan Desa.
“Salah satu permasalahan Sidoarjo adalah infrastruktur. Sebagai insinyur teknologi kelautan, BHS sangat memahami bidang ini karena merupakan praktisi dan pakar transportasi logistik,” ujarnya.
Sementara itu, Taufiqulbar pernah menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo periode 2014-2019, yang membidangi tata pemerintahan. Dia merupakan lulusan S2 Administrasi Negara sehingga jabatan itu sangat sesuai denga kompetensinya.
Seperti juga BHS, Taufiqulbar merupakan alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. “Dia merupakan lulusan Teknik Geofisika ITS, sehingga mampu menangani masalah geologi Lumpur Lapindo di Sidoarjo,” paparnya.
Guntur menilai BHS memilih Taufiqulbar sudah berdasarkan hasil survei, data, dan kompetensi, juga mempertimbangkan basis massanya yang cukup besar karena orangtua Taufiqulbar adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama di Sidoarjo.
“Taufiqulbar juga memahami kultur Muhammadiyah sehingga mampu menjembatani NU dengan Muhammadiyah dan sebaliknya. Pasangan ini diharapkan bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.
“Salah satu permasalahan Sidoarjo adalah infrastruktur. Sebagai insinyur teknologi kelautan, BHS sangat memahami bidang ini karena merupakan praktisi dan pakar transportasi logistik,” ujarnya.
Sementara itu, Taufiqulbar pernah menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo periode 2014-2019, yang membidangi tata pemerintahan. Dia merupakan lulusan S2 Administrasi Negara sehingga jabatan itu sangat sesuai denga kompetensinya.
Seperti juga BHS, Taufiqulbar merupakan alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. “Dia merupakan lulusan Teknik Geofisika ITS, sehingga mampu menangani masalah geologi Lumpur Lapindo di Sidoarjo,” paparnya.
Guntur menilai BHS memilih Taufiqulbar sudah berdasarkan hasil survei, data, dan kompetensi, juga mempertimbangkan basis massanya yang cukup besar karena orangtua Taufiqulbar adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama di Sidoarjo.
“Taufiqulbar juga memahami kultur Muhammadiyah sehingga mampu menjembatani NU dengan Muhammadiyah dan sebaliknya. Pasangan ini diharapkan bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.
(vit)
Lihat Juga :