Keputusan Gayatri Tunjuk Dua Putrinya Berkuasa Membuka Jalan Majapahit Menuju Kejayaan
Senin, 03 Februari 2025 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, Tribhuwana Wijayatunggadewi sering kali disebut Bhre Kahuripan. Menurut Pararaton, Jayanegara merasa takut tahtanya terancam, sehingga ia melarang kedua adiknya menikah. Setelah Jayanegara meninggal pada 1328, para ksatria pun berdatangan melamar kedua putri itu.
Baca juga: Kemarahan Kubilai Khan, Kirim 200 Ribu Tentara Mongol Ekspansi Pulau Jawa dari China
Akhirnya, setelah melalui suatu sayembara, diperoleh dua orang pria, yaitu Cakradhara sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat. Cakradhara bergelar Kertawardhana Bhre Tumapel. Dari perkawinan itu lahir Dyah Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja.
Hayam Wuruk kemudian diangkat sebagai yuwaraja bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana, sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre Pajang. Istri dari Bhre Tumapel (Cakradara) inilah yang sebenarnya menjadi pembuka jalan bagi Majapahit menuju masa keemasan.
Baca juga: Kemarahan Kubilai Khan, Kirim 200 Ribu Tentara Mongol Ekspansi Pulau Jawa dari China
Akhirnya, setelah melalui suatu sayembara, diperoleh dua orang pria, yaitu Cakradhara sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat. Cakradhara bergelar Kertawardhana Bhre Tumapel. Dari perkawinan itu lahir Dyah Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja.
Hayam Wuruk kemudian diangkat sebagai yuwaraja bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana, sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre Pajang. Istri dari Bhre Tumapel (Cakradara) inilah yang sebenarnya menjadi pembuka jalan bagi Majapahit menuju masa keemasan.
(cip)
Lihat Juga :