Horor Macet Menuju Bromo hingga 3 Jam, Ternyata Ini Penyebabnya

Rabu, 29 Januari 2025 - 21:39 WIB
loading...
Horor Macet Menuju Bromo...
Kemacetan horor dan antrean kendaraan di akses jalan masuk obyek wisata Gunung Bromo saat masa liburan Isra Miraj dan Perayaan Imlek 2025. Foto/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Horor kemacetan dialami ribuan wisatawan saat naik kendaraan di akses jalan menuju obyek wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Bahkan antrean kendaraan mengular dan kemacetan berlangsung hingga 3 jam.

Horor Macet Menuju Bromo hingga 3 Jam, Ternyata Ini Penyebabnya

Foto/Avirista Midaada

Pengelola Wisata Gunung Bromo sebenarnya telah menambah kuota harian pengunjung selama libur Isra' Mi'raj dan Perayaan Imlek. Penambahan kuota hingga 2.000 pengunjung per harinya, dari kuota normal hanya 2.752 pengunjung per harinya.

Baca juga: Kemacetan Horor di Obyek Wisata Gunung Bromo, Pengunjung Terjebak Berjam-jam

Namun dari jumlah itu disebut kuota wisatawan yang datang justru lebih dari ketentuan yang disyaratkan. Hal ini memaksa pengelola menertibkan beberapa wisatawan yang belum memiliki tiket atau belum reservasi secara online, tapi sudah masuk ke kawasan Gunung Bromo.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, dari empat pintu masuk menuju taman nasional, ada tiga pintu masuk yang menuju langsung kawasan kaldera Gunung Bromo.

Ketiga pintu masuk tersebut yakni melalui Pintu Masuk Wonokitri, Kabupaten Pasuruan; Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo; dan Jemplang, Kabupaten Malang. Serta satu pintu masuk ke Wisata Ranu Regulo dan Gunung Semeru di Ranupani, Kabupaten Lumajang.

Baca juga: 4 Fakta Kemacetan Horor di Gunung Bromo yang Bikin Wisatawan Gagal Nikmati Keindahan Alam

Dari keseluruhan pintu masuk itu, ditetapkan kuota harian normal di angka 2.752 pengunjung per harinya berdasarkan kajian lembaga perguruan tinggi, dikarenakan taman nasional merupakan lahan konservasi.

"Penambahan kuota hingga sebesar 2.000 orang/hari selama libur Isra' Mi'raj dan Imlek, sebagaimana setiap masa liburan. Penambahan dilakukan pada pukul 05.00 WIB dengan tujuan, menyesuaikan kapasitas di lokasi Sunrise View Point Penanjakan, Bukit Kedaluh, Lemah Pasar, yang menjadi lokasi menikmati keindahan matahari terbit," ucap Rudijanta Tjahja Nugraha, Rabu malam (29/1/2025).



Guna mempermudah pengawasan pengunjung pengelola dari BB-TNBTS disebut Rudi, telah menyiapkan sistem pengendalian dengan membatasi pemesanan maksimal 12 orang per pemesanan. Hal ini dengan pertimbangan jumlah orang tersebut akan berada dalam 2-3 kendaraan, sehingga mudah dilakukan pemeriksaan.

"Para pelaku jasa wisata ini sering kali menggabungkan pengunjung dalam satu atau lebih pemesanan, dengan jumlah kendaraan bisa lebih dari lima dan puluhan orang pengunjung. Kendaraan-kendaraan ini tidak jarang terpisah satu dengan yang lain, sehingga menyulitkan pemeriksaan keabsahan data pengunjung," kata Rudi kembali.

Banyaknya wisatawan yang masuk melalui Pintu Jemplang, membuat pengelola membuat skema pengaturan termasuk lalu lintas (lalin), mengantisipasi kemacetan di jalanan sekitar kawasan Jemplang.

Apalagi di jalanan kawasan Pos Jemplang sempit yang membuat antrian kendaraan kerap terjadi ketika musim liburan panjang.

"Jadi pengunjung atau kendaraan yang belum mempunyai tiket akan diminta menunggu di satu jalur sampai tiket bisa dibeli atau pun menunggu kuota tersedia, sedangkan pengunjung yang sudah memiliki tiket bisa melalui jalur di sebelah kanan," terangnya.

"Khusus di pintu masuk Jemplang, kendaraan dengan pengunjung belum memiliki tiket akan diminta bergerak ke arah Bantengan, atau arah Ranu Pani, Lumajang, sehingga memberi kesempatan kendaraan dengan pengunjung sudah memiliki tiket bisa melanjutkan perjalanan," tambahnya.

Namun kata Rudi, yang terjadi pada Sabtu (25/1/2025) dan Minggu (26/1/2025) banyak wisatawan yang belum memiliki tiket, tetap masuk ke kawasan taman nasional.

Di sisi lain, kuota pengunjung yang ada sudah habis, sehingga terjadi penumpukan di kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang jadi pintu masuk favorit wisatawan.

"Penambahan-penambahan di luar kapasitas lingkungan ini berakibat penumpukan. jumlah kendaraan di kaldera Bromo, yang mana menyebabkan terjadi kemacetan. Terlebih pada beberapa titik terdapat kendaraan yang mogok karena satu dan lain hal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ribuan wisatawan antre masuk ke kawasan Wisata Gunung Bromo, pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Antrean ini terlihat sejak sebelum Pos Jemplang, Desa Ngadas, yang menjadi lokasi pemeriksaan tiket pengunjung. Di sisi lain, karena jalur di atas padat, otomatis membuat kendaraan - kendaraan jip dari bawah Savana Gunung Bromo di bawah Pos Jemplang, tak bisa naik.

Hal ini memicu kepadatan lalu lintas yang luar biasa. Beberapa pengunjung dan agen wisata Gunung Bromo menyebut, mereka bahkan sampai terjebak 2-3 jam di kawasan Gunung Bromo.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Macet Parah, Pengendara...
Macet Parah, Pengendara Diminta Hindari Exit Tol Sentul Selatan
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Macet, Kasudin SDA Jaksel Minta Maaf
Jalan Ambles Ditangani,...
Jalan Ambles Ditangani, Lalu Lintas Lenteng Agung Mulai Terurai
Macet Horor 5 Km Akibat...
Macet Horor 5 Km Akibat Jalan Raya Lenteng Agung Ambles
Jaga Keseimbangan Ekosistem...
Jaga Keseimbangan Ekosistem Hutan, BCA Dukung Eksistensi Macan Tutul Jawa
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
Jalur Ketapang-Gilimanuk...
Jalur Ketapang-Gilimanuk Lumpuh, Legislator Kritik Tajam Manajemen Logistik Nasional
DPR Dorong Pemerintah...
DPR Dorong Pemerintah Bangun Akses Laut Baru Urai Kemacetan ke Bali
Rekomendasi
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved