Perampok Beraksi di Antapani, Pelaku Cekik Leher dan Rampas Ponsel Korban
Rabu, 02 September 2020 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Saking ketakutannya, Deti tidak bisa berteriak untuk meminta tolong. Kondisi sekitar rumahnya pun sepi. Deti hanya bisa menangis. "Pelaku gak bilang apa-apa. Setelah pegang kepala saya dan mengambil HP dan uang bekel, dia (pelaku) pergi," tutur Deti.
Seusai kejadian, dalam kondisi menangis karena ketakutan Deti pergi ke rumah temannya untuk meminta antar ke tempat dagang ayahnya. Setelah itu, ayah Deti yang belum dapat diwawancarai karena tengah berdagang di sekitaran Pasar Kosambi Bandung, langsung melaporkan kejadian perampokan yang menimpa anaknya itu ke pengurus RT dan RW ditempat mereka tinggal. "Kalau lapor polisi mah belum," ungkap korban.
Deti mengaku, ponsel yang diambil merupakan pemberian ibunya. Ponsel tersebut, digunakannya untuk sekolah online. Dia masih kebingungan untuk mengerjakan tugas dan absen sekolahnya. "Itu hp belum setahun dikasih mamah. Sekarang pakai HP bapak dulu buat absen sama buat nanya tugas sekolah," kata Deti.
Aksi perampokan yang menimpa Deti, diunggah ke media sosial Instagram oleh akun informasi @tct_bandung. Dalam unggahannya, akun tersebut memposting tulisan tentang kronologi aksi perampokan yang menimpa Deti tersebut.
"Telah Terjadi tindak kejahatan kriminal berupa perampokan. Pada hari Selasa, 01 September 2020 di Jalan Cicalengka 8 No.49 RT04 RW01. Pelaku melancarkan aksinya di rumah bapak M Furqoni dengan cara mencekik leher korban hingga korban memberikan semua kepemilikannya. Dalam Kejadian ini, pelaku menggasak Handphone dan uang yg di perkirakan kerugian sebesar 5 Juta Rupiah. Adapun ciri-ciri pelaku yaitu bertubuh besar, berkepala botak dan di perkirakan berumur 35 s.d 40 tahun. Dengan kejadian ini kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati agar tidak akan terjadi kejadian serupa. Dan mudah-mudahan pelaku akan segera tertangkap oleh pihak yang berwajib," tulis admin akun Instagram @tct_bandung.
Seusai kejadian, dalam kondisi menangis karena ketakutan Deti pergi ke rumah temannya untuk meminta antar ke tempat dagang ayahnya. Setelah itu, ayah Deti yang belum dapat diwawancarai karena tengah berdagang di sekitaran Pasar Kosambi Bandung, langsung melaporkan kejadian perampokan yang menimpa anaknya itu ke pengurus RT dan RW ditempat mereka tinggal. "Kalau lapor polisi mah belum," ungkap korban.
Deti mengaku, ponsel yang diambil merupakan pemberian ibunya. Ponsel tersebut, digunakannya untuk sekolah online. Dia masih kebingungan untuk mengerjakan tugas dan absen sekolahnya. "Itu hp belum setahun dikasih mamah. Sekarang pakai HP bapak dulu buat absen sama buat nanya tugas sekolah," kata Deti.
Aksi perampokan yang menimpa Deti, diunggah ke media sosial Instagram oleh akun informasi @tct_bandung. Dalam unggahannya, akun tersebut memposting tulisan tentang kronologi aksi perampokan yang menimpa Deti tersebut.
"Telah Terjadi tindak kejahatan kriminal berupa perampokan. Pada hari Selasa, 01 September 2020 di Jalan Cicalengka 8 No.49 RT04 RW01. Pelaku melancarkan aksinya di rumah bapak M Furqoni dengan cara mencekik leher korban hingga korban memberikan semua kepemilikannya. Dalam Kejadian ini, pelaku menggasak Handphone dan uang yg di perkirakan kerugian sebesar 5 Juta Rupiah. Adapun ciri-ciri pelaku yaitu bertubuh besar, berkepala botak dan di perkirakan berumur 35 s.d 40 tahun. Dengan kejadian ini kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati agar tidak akan terjadi kejadian serupa. Dan mudah-mudahan pelaku akan segera tertangkap oleh pihak yang berwajib," tulis admin akun Instagram @tct_bandung.
(awd)
Lihat Juga :