alexametrics

JPW Sebut Klitih Merajalela karena Maraknya Geng Pelajar dan Miras

loading...
JPW Sebut Klitih Merajalela karena Maraknya Geng Pelajar dan Miras
Jogjakarta Police Watch (JPW) menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan jalanan atau yang disebut klitih tetap terjadi di wilayah DIY. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
YOGYAKARTA - Jogjakarta Police Watch (JPW) menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan jalanan atau yang disebut klitih tetap terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Padahal sudah ada tindakan tegas, seperti vonis hakim yang sudah cukup tinggi hingga patroli dan razia polisi. Namun tetap saja tidak membuat pelaku klitih jera. (Baca juga: Pelajar di Yogya Jadi Korban Klitih, Tangannya Alami Luka Bacok)

"Faktor-faktor mengapa klitih sulit diberantas sampai ke akar-akarnya, di antaranya adanya geng pelajar, minuman keras (miras) dan tidak adanya tindakan preventif," kata Kepala Divisi Humas JPW Baharudin Kamba, Rabu (5/2/2020).



Dia menjelaskan bahwa klitih sulit diberantas sampai keakar-akarnya diduga disebabkan karena banyaknya geng-geng pelajar di Yogyakarta dan maraknya peredaran miras. Kebanyakan pelaku klitih selain faktor lingkungan dan keluarga yang broken home juga terpengaruh miras. "Tapi hal itu tidak dapat jadi alasan dan pembenar untuk melakukan klitih," jelasnya. (Baca juga: Sebar Video Hoaks Klitih, Warga Depok Sleman Terancam 6 Tahun Bui)

Menurut Baharudin, mata rantai klitih tetap ada setiap saat jika tidak ada tindakan preventif untuk mencegahnya. Salah satu caranya adalah ketegasan orangtua. Artinya, jika ada keluar malam dengan tanpa tujuan jelas, maka harus dicegah. Termasuk tindakan dari pihak sekolah berupa dikeluarkannya anak dari sekolah jika terbukti terlibat klitih.

"Untuk itu diharapkan Satgas Antiklitih jika nantinya dibentuk tidak ibarat layu sebelum berkembang, tetapi benar-benar efektif. Termasuk anggaran Danais dapat digunakan untuk mencegah klitih dengan catatan penggunaannya benar-benar efektif dan transparan," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar saat menemui dukungan Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Yogyakarta berantas klitih di Mapolda DIY, Senin (3/2/2020) mengatakan bahwa untuk mencegah kejahatan jalanan, Polda DIY telah melakukan upaya preemtif dan preventif.

Upaya preemtif seperti penyuluhan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah. Sedangkan upaya preventif dilakukan dengan melakukan razia di jalanan setiap malam.

Namun, dia tetap berharap masyarakat dapat melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing mengenai keberadaan remaja yang berpotensi melakukan kejahatan jalanan. "Penanganan kejahatan jalanan memang membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk warga Yogyakarta," tegasnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak