Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Sumatera, Ribuan Orang Terdampak
Selasa, 14 Januari 2025 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
“Tinggi Muka Air di Kelurahan Terjun tercatat 90 hingga 130 cm. Sebagian warga di kelurahan tersebut memilih untuk mengungsi di kantor lurah. Sementara di Kelurahan Belawan terpantau tinggi air 20-40 cm, warga masih bertahan di rumah masing-masing,” katanya.
Aam mengatakan sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kota Medan membantu mengevakuasi warga yang mengungsi. Banjir juga merendam wilayah Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Banjir dipicu hujan deras yang mengakibatkan Sungai Subayang meluap pada Senin, 13 Januari 2025 pukul 07.40 pagi. Sebanyak 456 jiwa terdampak dan masih terus dilakukan pendataan jumlah warga terdampak.
“Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan 1 fasilitas pendidikan terdampak dan 180 rumah terendam. Akses jalan di lapangan juga lumpuh tidak dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Ketinggian air bervariasi mulai 10 cm hingga 100 cm. Meski begitu, warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing,” kata Aam.
Aam juga menambahkan, BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian dengan membawa 1 unit perahu fiber dan 1 unit drone untuk melakukan pemantauan udara.
“Pemerintah daerah setempat melalui BPBD Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar serta pihak kecamatan telah berupaya melakukan penanganan, serta masih terus melakukan pemantauan dan pemutakhiran data,” ucapnya.
Aam mengatakan sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kota Medan membantu mengevakuasi warga yang mengungsi. Banjir juga merendam wilayah Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Banjir dipicu hujan deras yang mengakibatkan Sungai Subayang meluap pada Senin, 13 Januari 2025 pukul 07.40 pagi. Sebanyak 456 jiwa terdampak dan masih terus dilakukan pendataan jumlah warga terdampak.
“Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan 1 fasilitas pendidikan terdampak dan 180 rumah terendam. Akses jalan di lapangan juga lumpuh tidak dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Ketinggian air bervariasi mulai 10 cm hingga 100 cm. Meski begitu, warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing,” kata Aam.
Aam juga menambahkan, BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian dengan membawa 1 unit perahu fiber dan 1 unit drone untuk melakukan pemantauan udara.
“Pemerintah daerah setempat melalui BPBD Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar serta pihak kecamatan telah berupaya melakukan penanganan, serta masih terus melakukan pemantauan dan pemutakhiran data,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :