Situs Watu Tugu Semarang, Misteri Peninggalan di Era Tiga Kerajaan

Minggu, 02 Februari 2020 - 07:12 WIB
Situs Watu Tugu Semarang,...
Situs Watu Tugu Semarang, Misteri Peninggalan di Era Tiga Kerajaan
A A A
SEJARAH keberadaan situs Watu Tugu atau biasa disebut Candi Tugu di Semarang, Jawa Tengah, sampai saat ini masih misterius. Selain diduga sebagai tapal batas era kerajaan Majapahit dan Padjajaran, keberadaan situs yang berada di RT10/RW 1, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu itu juga disebut sebagai peninggalan zaman Mataram kuno.

Dugaan lain fungsi Watu Tugu sebagai peninggalan zaman Mataram Kuno diungkapkan oleh arkeolog Semarang Tri Subekso. Dia menyebut situs Watu Tugu yang menjulang tinggi ke atas dengan bentuk menyerupai stupa atau caitya berhubungan dengan agama Buddha.

Situs yang berada di atas bukit dengan ketinggian sekitar empat meter itu, bahkan usianya diperkirakan lebih tua dari masa kerajaan Majapahit maupun Padjajaran. "Usia Watu Tugu diperkirakan sudah ada sejak abad ke-8 sampai abad ke-10 Masehi atau era Hindu/Buddha," ungkap Tri Subekso, Minggu (2/2/2020).

Menurutnya, dari hasil hipotesa beberapa ahli, ada yang menyebut Watu Tugu ini dibangun terkait hubungannya dengan tempat peribadatan atau pemujaan pada masa itu. Terutama interaksi antara masyarakat sekitar dengan para pendatang yang datang dari pantai utara.

"Kalau dilihat dari ciri-ciri di lokasi situs Watu Tugu saat ini berada memang dulunya merupakan tepian laut yang berada di atas tebing sebuah bukit. Jauh sebelum ada sawah dan pabrik seperti sekarang ini. Dulunya sudah terbentuk permukiman kuno sehingga dibangunlah situs ini untuk sarana peribadatan di sekitar permukiman sekaligus lambang penting pada masa itu," ujarnya.

Fungsi dari caitya atau stupa dalam agama Buddha biasanya sebagai tempat pemujaan atau koleksi objek pemujaan sehingga berfungsi sebagai altar. Secara etimologi, kata Cetiya atau Caitya dalam bahasa Sansekerta berarti gundukan tanah atau tumpukan bata yang berkaitan dengan makam.

"Atau juga tempat peninggalan relik atau abu hasil kremasi Sang Buddha, biksu dan biarawan yang dikeramatkan Buddha yang dihormati. Dan tempat untuk meditasi menenangkan diri bersemedi maupun tempat perayaan penting dalam hidup Sang Buddha atau para biksu dan dalam penyebaran agama Buddha," kata Tri Subekso.

Di Tibet , sebutan bagi Cetiya atau stupa dinamakan Ch'Orten yang bermakna wadah untuk persembahan dengan berbagai ukuran dan perlambangan. Bentuknya lebih langsing daripada stupa yang umumnya lebih bulat. Ch'Orten memiliki banyak tingkat dengan bangun berlainan yang masing-masing membawa perlambangan khusus.

Di lihat sisi lokasi situsnya, kawasan Watu Tugu pada masa lalu tampak berada di tepi laut. Apalagi tersiar kabar bahwa dulunya pernah ditemukan jangkar kapal di bawah tebing Watu Tugu.

"Dulunya Kota Semarang dikenal dengan sebutan Bukit Pragota. Berdasar catatan Badan dan Perpustakaan Daerah Jateng pada abad ke-8 Masehi, kawasan Bukit Pragota merupakan wilayah Mataram Kuno. Namun, kebenarannya masih perlu pengkajian ulang,” terangnya.
(jon)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
10 menit yang lalu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
1 jam yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
12 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
13 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved