Kisah Jaka Tingkir Lumpuhkan Banteng dengan Tusuk Konde dan Bunuh Kerbau Gila Pakai Jimat Sakti
Rabu, 01 Januari 2025 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa waktu kemudian satuan ini perlu diperbesar. Jaka Tingkir pun kembali diuji yaitu menghancurkan kepala banteng dengan tangan telanjang. Tantangan uji kekebalan itu disetujui Jaka Tingkir.
Dia hanya memerlukan tusuk konde saja untuk menghancurkan kepala banteng. Benar saja, cukup dengan tusuk konde membuat Jaka Tingkir mampu menembus jantung kerbau.
Saking hebatnya Jaka Tingkir malah mengakibatkan dia dipecat dan dibuang. Kepergian Jaka Tingkir dari Demak menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi kawan-kawannya.
Dengan rasa putus asa Jaka Tingkir berniat ingin mati saja. Pada perjalanan di tengah keputusasaan Jaka Tingkir bertemu dua pertapa yakni Kiai Ageng Butuh dan Ki Ageng Ngerang.
Keduanya tidak hanya memberi pelajaran, tetapi juga memberi semangat kepadanya. Ketika Jaka Tingkir berziarah pada malam hari di makam ayahnya di Pengging terdengarlah suara yang menyuruhnya pergi ke tokoh-tokoh keramat lain seperti Kiai Buyut dari Banyubiru yang selanjutnya menjadi gurunya.
Kedua kiai ini memberikan kepadanya jimat agar ia mendapat perkenan kembali dari Sultan Demak. Perjalanan Jaka Tingkir kembali ke Demak dilakukannya menyusuri sungai dengan rakit yang didorong 40 buaya.
Setibanya kembali di Demak, Jaka Tingkir menerapkan jimat yang dipelajarinya. Alhasil kerbau liar dibuatnya menjadi gila.
Dia hanya memerlukan tusuk konde saja untuk menghancurkan kepala banteng. Benar saja, cukup dengan tusuk konde membuat Jaka Tingkir mampu menembus jantung kerbau.
Saking hebatnya Jaka Tingkir malah mengakibatkan dia dipecat dan dibuang. Kepergian Jaka Tingkir dari Demak menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi kawan-kawannya.
Dengan rasa putus asa Jaka Tingkir berniat ingin mati saja. Pada perjalanan di tengah keputusasaan Jaka Tingkir bertemu dua pertapa yakni Kiai Ageng Butuh dan Ki Ageng Ngerang.
Keduanya tidak hanya memberi pelajaran, tetapi juga memberi semangat kepadanya. Ketika Jaka Tingkir berziarah pada malam hari di makam ayahnya di Pengging terdengarlah suara yang menyuruhnya pergi ke tokoh-tokoh keramat lain seperti Kiai Buyut dari Banyubiru yang selanjutnya menjadi gurunya.
Kedua kiai ini memberikan kepadanya jimat agar ia mendapat perkenan kembali dari Sultan Demak. Perjalanan Jaka Tingkir kembali ke Demak dilakukannya menyusuri sungai dengan rakit yang didorong 40 buaya.
Setibanya kembali di Demak, Jaka Tingkir menerapkan jimat yang dipelajarinya. Alhasil kerbau liar dibuatnya menjadi gila.
Lihat Juga :