Waduh! Jenazah Pasien COVID-19 Dibawa Paksa Pakai Motor
Selasa, 01 September 2020 - 19:43 WIB
loading...
IL seorang pasien anak meninggal dunia di IGD RSUD Raden Mattaher Jambi yang reaktif COVID-19 dibawa paksa keluarganya dengan menggunakan sepeda motor, Selasa (1/9/2020). Foto iNews TV/Adrianus S
A
A
A
JAMBI - IL seorang pasien anak meninggal dunia di Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi yang reaktif COVID-19 diambil paksa keluarganya karena tidak terima akan dimakamkan secara protokol COVID-19, Selasa (1/9/2020). Keluarga menilai IL bocah berusia enam tahun tersebut bukan meninggal akibat COVID-19 melainkan mengidap penyakit tumor di kepala yang diderita sejak lama.
![Waduh! Jenazah Pasien COVID-19 Dibawa Paksa Pakai Motor]()
Mirisnya jenazah IL yang terbungkus plastik dibawa paksa keluarganya dengan cara dibopong dan dibawa dengan mengunakan sepeda motor Yamaha N Max yang diparkir di depan ruang IGD RSUD Raden Mattaher Jambi.
Keluarga pasien Abdul Sidik mengungkapkan, keluarga marah karena jenazah yang telah meninggal harus menunggu hasil uji swab yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Matther Jambi. (Baca: Iseng Panggil Pemadam Kebakaran, Sopir Ambulans Ditangkap)
“Setelah dilakukan uji swab hasilnya belum bisa ditentukan karena alat uji swab mengalami kerusakan. Kita menduga IL meninggal bukan karena COVID-19 melainkan penyakit tumor di bagian kepala yang dideritanya sejak 2016 lalu,” kata Abdul Sidik, Selasa (1/9/2020).
Menurut dia, keluarga mengamuk kepada petugas rumah sakit setelah tidak adanya kepastian untuk pemulangan jenazah setelah dinyatakan reaktif COVID-19.
“Keluarga marah karena tak terima IL akan dimakamkan secara protokol COVID-19. Jenazah yang terbungkus plastik langsung dibawa mengunakan sepeda motor untuk dibawa ke rumah duka yang beralamat di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi,” kata dia.

Mirisnya jenazah IL yang terbungkus plastik dibawa paksa keluarganya dengan cara dibopong dan dibawa dengan mengunakan sepeda motor Yamaha N Max yang diparkir di depan ruang IGD RSUD Raden Mattaher Jambi.
Keluarga pasien Abdul Sidik mengungkapkan, keluarga marah karena jenazah yang telah meninggal harus menunggu hasil uji swab yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Matther Jambi. (Baca: Iseng Panggil Pemadam Kebakaran, Sopir Ambulans Ditangkap)
“Setelah dilakukan uji swab hasilnya belum bisa ditentukan karena alat uji swab mengalami kerusakan. Kita menduga IL meninggal bukan karena COVID-19 melainkan penyakit tumor di bagian kepala yang dideritanya sejak 2016 lalu,” kata Abdul Sidik, Selasa (1/9/2020).
Menurut dia, keluarga mengamuk kepada petugas rumah sakit setelah tidak adanya kepastian untuk pemulangan jenazah setelah dinyatakan reaktif COVID-19.
“Keluarga marah karena tak terima IL akan dimakamkan secara protokol COVID-19. Jenazah yang terbungkus plastik langsung dibawa mengunakan sepeda motor untuk dibawa ke rumah duka yang beralamat di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi,” kata dia.
Lihat Juga :