Kesalahan Strategi Belanda Sebabkan Ratusan Serdadunya Tewas di Pertempuran Minahasa
Selasa, 31 Desember 2024 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Ia memerintahkan Veld untuk membuka kembali bendungan Sungai Temberan. Setelah itu, Prediger kembali ke Tataaran bertemu dengan Lantzhuis. Ia melaporkan kepada wakil gubernur alasan menarik mundur pasukan.
Medan pertempuran yang sulit berupa genangan air dan lumpur, dan juga kondisi pasukan yang tidak mendukung sebagai inți laporan Prediger, menurut Lantzhuis tidak masuk akal. la memerintahkan Prediger agar kembali mempersiapkan serangan berikutnya.
Serangan ke pertahanan Minahasa dilancarkan kembali. Pasukan Belanda menyerang dengan didukung oleh tembakan-tembakan artileri. Pasukan Minahasa menyambut serangan itu dengan pekik peperangan yang membahana.
Mereka merangkak maju tanpa menghiraukan hujanan tembakan musuh. Pasukan Minahasa berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan mendesak mereka kembali ke perahu-perahu yang segera menjauhi daratan. Di perairan Danau Tondano, pasukan Minahasa terus menyerang dengan pasukan selamnya.
Mereka memakai alang-alang sebagai alat bantu pernapasan selama di dalam air. Mereka bersenjatakan Parang dan tombak. Tugas mereka adalah menenggelamkan perahu musuh.
Medan pertempuran yang sulit berupa genangan air dan lumpur, dan juga kondisi pasukan yang tidak mendukung sebagai inți laporan Prediger, menurut Lantzhuis tidak masuk akal. la memerintahkan Prediger agar kembali mempersiapkan serangan berikutnya.
Serangan ke pertahanan Minahasa dilancarkan kembali. Pasukan Belanda menyerang dengan didukung oleh tembakan-tembakan artileri. Pasukan Minahasa menyambut serangan itu dengan pekik peperangan yang membahana.
Mereka merangkak maju tanpa menghiraukan hujanan tembakan musuh. Pasukan Minahasa berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan mendesak mereka kembali ke perahu-perahu yang segera menjauhi daratan. Di perairan Danau Tondano, pasukan Minahasa terus menyerang dengan pasukan selamnya.
Mereka memakai alang-alang sebagai alat bantu pernapasan selama di dalam air. Mereka bersenjatakan Parang dan tombak. Tugas mereka adalah menenggelamkan perahu musuh.
(cip)
Lihat Juga :