Kesalahan Strategi Belanda Sebabkan Ratusan Serdadunya Tewas di Pertempuran Minahasa
Selasa, 31 Desember 2024 - 07:41 WIB
loading...
Ratusan serdadu Belanda terluka dan tewas dalam pertempuran di Minahasa. Foto/SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Ratusan serdadu Belanda terluka dan tewas dalam pertempuran di Minahasa . Belanda dibuat kewalahan dengan serangan-serangan yang dilancarkan oleh gabungan tokoh-tokoh kelompok di Minahasa, akibat kesewenangan Belanda.
Mereka yang luka-luka dikirim kembali ke benteng Fort Amsterdam. Benteng pertahanan masyarakat Minahasa di Moraya sulit ditembus. Wilayah benteng yang berupa rawa-rawa berlumpur, benteng itu juga dikelilingi oleh rintangan buatan berupa parit.
Tak hanya itu, pejuang Minahasa masih memagari benteng itu dengan bambu berduri, dan bambu runcing yang ditancapkan dan disamarkan sedemikian rupa. Jebakan maut inilah yang membuat tentara Belanda banyak yang terluka dan tewas di sekitar benteng pertahanan.
Baca juga: Kisah Kehebatan Pasukan Hantu Laut Minahasa Bikin Kocar-kacir Tentara Belanda
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pejabat Belanda di Minahasa bernama Prediger memang sempat melakukan kesalahan ketika membendung Sungai Temberan. Genangan luapan sungai itu membuat medan pertempuran menjadi sukar dilewati oleh pasukannya sendiri.
Pasukan Belanda banyak yang tenggelam, hingga sebatas pinggang, dan oleh karena itu mereka tidak leluasa bergerak. Di pertahanan Koya, Prediger bertemu dengan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Veld dari Tonsea Lama.
Baca juga: Kisah Pasukan Belanda Bujuk Pemimpin Minahasa Berunding usai Terdesak Dalam Perang 1808
Mereka yang luka-luka dikirim kembali ke benteng Fort Amsterdam. Benteng pertahanan masyarakat Minahasa di Moraya sulit ditembus. Wilayah benteng yang berupa rawa-rawa berlumpur, benteng itu juga dikelilingi oleh rintangan buatan berupa parit.
Tak hanya itu, pejuang Minahasa masih memagari benteng itu dengan bambu berduri, dan bambu runcing yang ditancapkan dan disamarkan sedemikian rupa. Jebakan maut inilah yang membuat tentara Belanda banyak yang terluka dan tewas di sekitar benteng pertahanan.
Baca juga: Kisah Kehebatan Pasukan Hantu Laut Minahasa Bikin Kocar-kacir Tentara Belanda
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pejabat Belanda di Minahasa bernama Prediger memang sempat melakukan kesalahan ketika membendung Sungai Temberan. Genangan luapan sungai itu membuat medan pertempuran menjadi sukar dilewati oleh pasukannya sendiri.
Pasukan Belanda banyak yang tenggelam, hingga sebatas pinggang, dan oleh karena itu mereka tidak leluasa bergerak. Di pertahanan Koya, Prediger bertemu dengan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Veld dari Tonsea Lama.
Baca juga: Kisah Pasukan Belanda Bujuk Pemimpin Minahasa Berunding usai Terdesak Dalam Perang 1808
Lihat Juga :