Rekonstruksi Penembakan Gamma, Aipda Robig Terbukti Tak dalam Posisi Terancam
Senin, 30 Desember 2024 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Aipda Robig Tahanan Pidana, Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan di Jalan Candi Penataran Raya
Di situ terlihat, Robig berkendara ke arah wilayah kota, dari selatan ke utara, menaiki sepeda motor matic jenis NMax warna biru nomor polisi H 3298 JG. Dari arah berlawanan, melaju 3 sepeda motor matic. Motor pertama ditumpangi 3 orang, Gamma di tengah. Motor kedua dan ketiga ditumpangi 2 orang. Semuanya diumbar tembakan oleh Robig.
Robig sebelum menembaki mereka juga terlihat memutar sepeda motornya yang awalnya di tepi jalan, ke tengah. Dia lalu turun dari sepeda motor, mengeluarkan pistol dari pinggang dan menembaki. Saat rekonstruksi, Robig mengaku melepaskan tembakan peringatan pertama, baru menembaki anak-anak tadi dari jarak dekat.
Kombes Artanto menambahkan, anak-anak tersebut terlibat saling kejar dengan kelompok lain setelah sebelumnya bertemu untuk perkelahian. “Tapi perkelahian antar-kelompok itu tidak jadi, karena salah satu kelompok bawa sajam atau celurit, akhirnya mereka kembali ke motor, bukan bubar namun mengambil senjata tajam masing-masing dan terjadi aksi kejar sepeda motor,” lanjut Artanto.
Saat sampai di lokasi, sebut Artanto, di situlah mereka berpapasan dengan Aipda Robig. “Yang mengejar balik kanan, di situlah peristiwa penembakan terjadi,” kata Artanto.
Rekonstruksi itu dilakukan sedari pagi, ada sekira 6 lokasi. Mulai dari titik kumpul di beberapa tempat, dua kelompok bertemu hingga saling kejar dan terjadi penembakan. Totalnya ada 42 adegan.
Di situ terlihat, Robig berkendara ke arah wilayah kota, dari selatan ke utara, menaiki sepeda motor matic jenis NMax warna biru nomor polisi H 3298 JG. Dari arah berlawanan, melaju 3 sepeda motor matic. Motor pertama ditumpangi 3 orang, Gamma di tengah. Motor kedua dan ketiga ditumpangi 2 orang. Semuanya diumbar tembakan oleh Robig.
Robig sebelum menembaki mereka juga terlihat memutar sepeda motornya yang awalnya di tepi jalan, ke tengah. Dia lalu turun dari sepeda motor, mengeluarkan pistol dari pinggang dan menembaki. Saat rekonstruksi, Robig mengaku melepaskan tembakan peringatan pertama, baru menembaki anak-anak tadi dari jarak dekat.
Kombes Artanto menambahkan, anak-anak tersebut terlibat saling kejar dengan kelompok lain setelah sebelumnya bertemu untuk perkelahian. “Tapi perkelahian antar-kelompok itu tidak jadi, karena salah satu kelompok bawa sajam atau celurit, akhirnya mereka kembali ke motor, bukan bubar namun mengambil senjata tajam masing-masing dan terjadi aksi kejar sepeda motor,” lanjut Artanto.
Saat sampai di lokasi, sebut Artanto, di situlah mereka berpapasan dengan Aipda Robig. “Yang mengejar balik kanan, di situlah peristiwa penembakan terjadi,” kata Artanto.
Rekonstruksi itu dilakukan sedari pagi, ada sekira 6 lokasi. Mulai dari titik kumpul di beberapa tempat, dua kelompok bertemu hingga saling kejar dan terjadi penembakan. Totalnya ada 42 adegan.
Lihat Juga :