Riwayat Aliran Islam Syi’ah di Masa Sultan Pajang Seiring Runtuhnya Dinasti Demak
Sabtu, 28 Desember 2024 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana dikutip dari "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara", dia tidak mau tunduk kepada Sultan Pajang karena di Kesultanan Pajang agama Islam madzhab Syi'ah sangat berpengaruh.
Memang pada masa pemerintahan Raden Patah di Kesultanan Demak, aliran Syi'ah tidak boleh beredar di kalangan orang-orang Islam.
Aliran Syi'ah dianggap ajaran sesat. Salah seorang wali penganut Islam Syi'ah pada masa pemerintahan Jin Bun bernama Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang dikenakan hukuman mati oleh para Wali Sanga, penganut aliran Hanafi.
Aliran Syi'ah memang pernah berkembang di Kesultanan Daya/Pasai dari tahun 1204 hingga 1285. Boleh dikatakan justru aliran Syi'ah itulah yang mula-mula dikembangkan di Indonesia.
Aliran Syi'ah yang banyak dianut oleh para ulama dari Gujarat setelah Kesultanan Daya atau Pasai diruntuhkan oleh Mara Silu dibasmi. Kesultanan baru Samudera Pasai menganut aliran Syafi'i.
Memang pada masa pemerintahan Raden Patah di Kesultanan Demak, aliran Syi'ah tidak boleh beredar di kalangan orang-orang Islam.
Aliran Syi'ah dianggap ajaran sesat. Salah seorang wali penganut Islam Syi'ah pada masa pemerintahan Jin Bun bernama Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang dikenakan hukuman mati oleh para Wali Sanga, penganut aliran Hanafi.
Aliran Syi'ah memang pernah berkembang di Kesultanan Daya/Pasai dari tahun 1204 hingga 1285. Boleh dikatakan justru aliran Syi'ah itulah yang mula-mula dikembangkan di Indonesia.
Aliran Syi'ah yang banyak dianut oleh para ulama dari Gujarat setelah Kesultanan Daya atau Pasai diruntuhkan oleh Mara Silu dibasmi. Kesultanan baru Samudera Pasai menganut aliran Syafi'i.
Lihat Juga :