Kabar Positif, Petani Babel Bisa Jual Lada di Pasar Lelang Komoditas
Selasa, 01 September 2020 - 15:20 WIB
loading...
Seorang anak ikut petik lada di kebun milik orang tuanya di Bangka Tengah, Bangka Belitung. Foto/Istimewa
A
A
A
BANGA - Dalam upaya meningkatkan kejayaan Muntok White Pepper (Lada Putih Muntok), Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Bangka-Belitung (Babel) melakukan pembinaan peningkatan pemahaman para petani lada dalam memasarkan lada di bursa lelang lada.
Direktur BUMD B3S Prof Saparudin mengatakan, kegiatan sosialisasi bursa lada atau lebih dikenal dengan pasar lelang untuk komoditas lada, merupakan upaya KPB Babel untuk memberikan alternatif terobosan memasarkan lada putih melalui Pasar Lelang Komoditi (PLK). (BACA JUGA: Geger Ibu Kandung di Aceh Tengah Kubur Hidup-hidup Bayinya )
Dengan dibekali pemahaman dan kemampuan, Saparudin optimistis, petani lada, baik perorangan maupun tergabung dalam gabungan kelompok, dapat ikut dalam pasar lelang komoditas untuk memasarkan lada mereka. (BACA JUGA: Misteri, Lolosnya Pistol Eks Kepala BPN Denpasar Tembak Diri di Kantor Kejati Bali )
"Dengan meningkatnya pemahaman petani dalam memasarkan lada lewat sistem modern, petani dapat menjual langsung ladanya ke para pengusaha lada di mana pun berada," kata Prof Saparudin. (BACA JUGA: Emak-emak Dibegal 6 Pria di Antapani, Golok Pelaku Terjatuh )
Dengan seperti itu, ujar pria yang akrab disapa Udin ini, para petani lada di Babel bisa menetukan harga lada yang dijual ke pengusaha. Hasilnya nanti diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah.
Direktur BUMD B3S Prof Saparudin mengatakan, kegiatan sosialisasi bursa lada atau lebih dikenal dengan pasar lelang untuk komoditas lada, merupakan upaya KPB Babel untuk memberikan alternatif terobosan memasarkan lada putih melalui Pasar Lelang Komoditi (PLK). (BACA JUGA: Geger Ibu Kandung di Aceh Tengah Kubur Hidup-hidup Bayinya )
Dengan dibekali pemahaman dan kemampuan, Saparudin optimistis, petani lada, baik perorangan maupun tergabung dalam gabungan kelompok, dapat ikut dalam pasar lelang komoditas untuk memasarkan lada mereka. (BACA JUGA: Misteri, Lolosnya Pistol Eks Kepala BPN Denpasar Tembak Diri di Kantor Kejati Bali )
"Dengan meningkatnya pemahaman petani dalam memasarkan lada lewat sistem modern, petani dapat menjual langsung ladanya ke para pengusaha lada di mana pun berada," kata Prof Saparudin. (BACA JUGA: Emak-emak Dibegal 6 Pria di Antapani, Golok Pelaku Terjatuh )
Dengan seperti itu, ujar pria yang akrab disapa Udin ini, para petani lada di Babel bisa menetukan harga lada yang dijual ke pengusaha. Hasilnya nanti diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah.
Lihat Juga :