Pj Gubernur Jatim Tangani Banjir Pasuruan, Salurkan Bantuan dan Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Minggu, 08 Desember 2024 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
“Kita juga bekerja sama dengan Kabupaten Pasuruan dan harus ada upaya pembenahan struktur, debit air yang besar, kondisinya rendah, maka akan terjadi banjir terus,” tutur Adhy.
Ia melanjutkan, banjir Pasuruan ini adalah permasalahan struktural, di mana persoalan sungai yang debitnya tinggi kemudian daerahnya cekungan.
“Kita sedang memikirkan bagaimana sodetan sungai yang walaupun sudah dikeruk ternyata masih juga debitnya lebih tinggi. Sehingga semua area di hulu hujan dan banjir, imbasnya kesini juga," katanya.
“Sudah dilakukan pengerukan, tapi tetap saja ketika hujan lebat mengguyur akan melebihi debit air sehingga menyebabkan banjir,” sambungnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan, lanjut Adhy, diperlukan tata kelola yang lebih luas lagi. Sedangkan mengenai kebijakan dari Pemrov Jatim terkait banjir ini, Adhy mengutamakan kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana banjir.
“Buffer stock (persediaan barang) sudah disiapkan BPBD. Peralatan, permakanan dan tim relawan juga sudah kami kerahkan untuk memantau dan melakukan evakuasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, gerak cepat Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Daerah dan BPBD menunjukkan komitmen tanggap bencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pengurangan resiko bencana harus melibatkan semua pihak. Pemerintah pastinya didukung oleh BPBD, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Sosial (Tagana) dan komunitas relawan masyarakat. Sinergi inilah yang saling bahu membahu,” tegasnya.
Ia melanjutkan, banjir Pasuruan ini adalah permasalahan struktural, di mana persoalan sungai yang debitnya tinggi kemudian daerahnya cekungan.
“Kita sedang memikirkan bagaimana sodetan sungai yang walaupun sudah dikeruk ternyata masih juga debitnya lebih tinggi. Sehingga semua area di hulu hujan dan banjir, imbasnya kesini juga," katanya.
“Sudah dilakukan pengerukan, tapi tetap saja ketika hujan lebat mengguyur akan melebihi debit air sehingga menyebabkan banjir,” sambungnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan, lanjut Adhy, diperlukan tata kelola yang lebih luas lagi. Sedangkan mengenai kebijakan dari Pemrov Jatim terkait banjir ini, Adhy mengutamakan kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana banjir.
“Buffer stock (persediaan barang) sudah disiapkan BPBD. Peralatan, permakanan dan tim relawan juga sudah kami kerahkan untuk memantau dan melakukan evakuasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, gerak cepat Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Daerah dan BPBD menunjukkan komitmen tanggap bencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pengurangan resiko bencana harus melibatkan semua pihak. Pemerintah pastinya didukung oleh BPBD, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Sosial (Tagana) dan komunitas relawan masyarakat. Sinergi inilah yang saling bahu membahu,” tegasnya.
Lihat Juga :