Saksi Ridwan Kamil-Suswono Walk Out dari Pleno KPU, Ini Alasannya
Minggu, 08 Desember 2024 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
"Kepada Bawaslu terutama dalam hal ini khususnya di DKI Jakarta di Jakarta Selatan, di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara termasuk Kepulauan Seribu ini. Bawaslu ini ada apa laporan begitu banyak tentang tidak adanya orang menerima," sambungnya.
Adapun saat rapat pleno terbuka hari ini, dirinya menyampaikan beberapa kejadian khusus saat proses pemungutan suara. Seperti contoh surat suara yang telah dicoblos lebih dulu di Pinang Ranti, Jakarta Timur.
"Pertama terkait pada tanggal 27 November di TPS 028 Pinang Ranti Jaktim oleh oknum KPPS dan oknum KPPS dengan sengaja dan sadar mencoblos salah satu paslon cagub yakni 03," tuturnya.
Lalu dia juga menyoroti rendahnya partispasi pemilih di Jakarta Utara, karena peran KPU yang tak memberikan formulir C6 kepada para pemilih. "Rendahnya partisipasi pemilih sehingga hanya mencapai 48,56 di Jakarta Utara dari DPT yang terdaftar karena ada beberapa hal. Adanya C6 atau C pemberitahuan yang tidak tersebar secara baik tidak didistribusikan secara benar kepada masyarakat," pungkasnya.
Adapun saat rapat pleno terbuka hari ini, dirinya menyampaikan beberapa kejadian khusus saat proses pemungutan suara. Seperti contoh surat suara yang telah dicoblos lebih dulu di Pinang Ranti, Jakarta Timur.
"Pertama terkait pada tanggal 27 November di TPS 028 Pinang Ranti Jaktim oleh oknum KPPS dan oknum KPPS dengan sengaja dan sadar mencoblos salah satu paslon cagub yakni 03," tuturnya.
Lalu dia juga menyoroti rendahnya partispasi pemilih di Jakarta Utara, karena peran KPU yang tak memberikan formulir C6 kepada para pemilih. "Rendahnya partisipasi pemilih sehingga hanya mencapai 48,56 di Jakarta Utara dari DPT yang terdaftar karena ada beberapa hal. Adanya C6 atau C pemberitahuan yang tidak tersebar secara baik tidak didistribusikan secara benar kepada masyarakat," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :