Saksi Ridwan Kamil-Suswono Walk Out dari Pleno KPU, Ini Alasannya

Minggu, 08 Desember 2024 - 17:34 WIB
loading...
Saksi Ridwan Kamil-Suswono...
Saksi Pasangan RIDO Ramdan Alamsyah walk out alias meninggalkan ruangan rapat ketika proses penetapan hasil Pilkada Jakarta oleh KPU Jakarta sedang berlangsung. Foto/Danandaya Arya Putra
A A A
JAKARTA - Saksi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono ( RIDO ) Ramdan Alamsyah walk out alias meninggalkan ruangan rapat ketika proses penetapan hasil Pilkada Jakarta oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta sedang berlangsung. Ramdan mengungkapkan, pihaknya menemukan berbagai dugaan pelanggaran dalam Pilkada Jakarta 2024.

Dugaan pelanggaran itu pun telah dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jakarta. Namun, kata dia, tak direspons dengan cepat oleh lembaga pengawas pemilu tersebut.

"Kami keberatan-keberatan yang menurut kami diamini oleh tim paslon 02 bahwa terjadi banyak sekali kecurangan-kecurangan yang kami lihat," kata Ramdan usai walk out saat penetapan suara Pilkada Jakarta di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Minggu (8/12/2024).

Baca juga: Pram-Doel Menang Pilkada Jakarta Satu Putaran, Kubu RIDO Ancang-ancang Gugat ke MK



"Kepada Bawaslu terutama dalam hal ini khususnya di DKI Jakarta di Jakarta Selatan, di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara termasuk Kepulauan Seribu ini. Bawaslu ini ada apa laporan begitu banyak tentang tidak adanya orang menerima," sambungnya.

Adapun saat rapat pleno terbuka hari ini, dirinya menyampaikan beberapa kejadian khusus saat proses pemungutan suara. Seperti contoh surat suara yang telah dicoblos lebih dulu di Pinang Ranti, Jakarta Timur.

"Pertama terkait pada tanggal 27 November di TPS 028 Pinang Ranti Jaktim oleh oknum KPPS dan oknum KPPS dengan sengaja dan sadar mencoblos salah satu paslon cagub yakni 03," tuturnya.

Lalu dia juga menyoroti rendahnya partispasi pemilih di Jakarta Utara, karena peran KPU yang tak memberikan formulir C6 kepada para pemilih. "Rendahnya partisipasi pemilih sehingga hanya mencapai 48,56 di Jakarta Utara dari DPT yang terdaftar karena ada beberapa hal. Adanya C6 atau C pemberitahuan yang tidak tersebar secara baik tidak didistribusikan secara benar kepada masyarakat," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Walk Out saat Sidang,...
Walk Out saat Sidang, KY Periksa Hakim Ad Hoc PN Samarinda
Pembekalan Megawati...
Pembekalan Megawati ke Pramono-Rano: Jangan Abaikan Arahan Presiden Prabowo
Pramono-Rano Tekankan...
Pramono-Rano Tekankan Akan Jadi Pemimpin Jakarta Bagi Semua Kelompok
Rekomendasi
Catat Kinerja Positif...
Catat Kinerja Positif di 2025, PIS Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Siswi SMAK Penabur Sabet...
Siswi SMAK Penabur Sabet Medali Perunggu Olimpiade Matematika Internasional 2026
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
Berita Terkini
Bekasi Coastal Gravel...
Bekasi Coastal Gravel 2026 Suguhkan Sensasi Event Sepeda Gravel di Jalur Pesisir
KSOP Utama Tanjung Priok...
KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Transformasi Green Port JICT
Karhutla Landa Sejumlah...
Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa, 11,4 Hektare Lahan Terbakar
Wamendagri Buka Suara...
Wamendagri Buka Suara soal Sayembara KDM Tangkap Begal: Harus Tetap dalam Koridor Hukum
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Kematian Sutrimo
Pemprov DKI Targetkan...
Pemprov DKI Targetkan Metode Open Dumping di TPST Bantargebang Berakhir 2029
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved