Kisah Mistis Kedung Maya Sungai Bengawan Solo yang Sering Makan Tumbal
Jum'at, 29 November 2024 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Djaka Sangsang yang berada di Pajang agak lama teringat memeninggalkan istrinya di Desa Kuwung. Ia lantas meminta untuk berkunjung untuk datang ke Desa Kuwung sebentar. Permintaan itu disetujui oleh putri Pajang tadi.
Setibanya di Desa Kuwung ada seseorang yang memberitahu Djaka Sangsang bahwa istrinya hanyut dan hilang di Sungai Bengawan Solo tak lama, saat hendak menyusulnya ke Pajang. Djaka Sangsang pun cukup sedih dan tampak murung.
Ia kemudian melihat ke arah Sungai Bengawan Solo tempat di mana istrinya hilang. Tiba-tiba Dewi Maya seolah-olah menampakkan wujudnya, hingga membuat Djaka Sangsang tak tahan dan dia melompat juga ke dalam kedung. Ia pun akhirnya turut hilang di situ.
Putri Pajang yang resah karena suaminya Djaka Sangsang tak kunjung kembali, mencoba mencari tahu keberadaannya.
Sang putri Pajang itu pun menerima informasi suaminya bunuh diri melompat ke kedung di aliran Sungai Bengawan Solo. Ia pun turut melompat ke kedung dan turut hilang di situ.
Tak ayal hingga sekarang Kedung Maya di Sungai Bengawan Solo itu menjadi tempat keramat. Sejumlah perahu yang melintas kerap mendapat halangan dan seperti jadi tumbal.
Dari sanalah apabila ada orang-orang yang menjalankan perahu disitu harus berhati-hati.
Dipercaya mereka yang melintas tidak boleh bicara yang tidak baik. Akan tetapi konon sejumlah kecelakaan yang ada di sekitar wilayah tersebut tak selamanya karena penyebab mistis.
Selain itu arus airnya di sekitar lokasi cukup deras yang membuat banyak perahu terbalik.
Setibanya di Desa Kuwung ada seseorang yang memberitahu Djaka Sangsang bahwa istrinya hanyut dan hilang di Sungai Bengawan Solo tak lama, saat hendak menyusulnya ke Pajang. Djaka Sangsang pun cukup sedih dan tampak murung.
Ia kemudian melihat ke arah Sungai Bengawan Solo tempat di mana istrinya hilang. Tiba-tiba Dewi Maya seolah-olah menampakkan wujudnya, hingga membuat Djaka Sangsang tak tahan dan dia melompat juga ke dalam kedung. Ia pun akhirnya turut hilang di situ.
Putri Pajang yang resah karena suaminya Djaka Sangsang tak kunjung kembali, mencoba mencari tahu keberadaannya.
Sang putri Pajang itu pun menerima informasi suaminya bunuh diri melompat ke kedung di aliran Sungai Bengawan Solo. Ia pun turut melompat ke kedung dan turut hilang di situ.
Tak ayal hingga sekarang Kedung Maya di Sungai Bengawan Solo itu menjadi tempat keramat. Sejumlah perahu yang melintas kerap mendapat halangan dan seperti jadi tumbal.
Dari sanalah apabila ada orang-orang yang menjalankan perahu disitu harus berhati-hati.
Dipercaya mereka yang melintas tidak boleh bicara yang tidak baik. Akan tetapi konon sejumlah kecelakaan yang ada di sekitar wilayah tersebut tak selamanya karena penyebab mistis.
Selain itu arus airnya di sekitar lokasi cukup deras yang membuat banyak perahu terbalik.
(shf)
Lihat Juga :