Tingkatkan Kesejahteraan Petani, IFAD Kunjungi Program Upland di Garut
Senin, 25 November 2024 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan dukungan iklim dan kesuburan tanah, kawasan ini sangat potensial untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Akan sangat disayangkan jika program ini tidak berkesinambungan dengan agenda pemerintah,” ungkapnya.
Rahmi juga menegaskan alasan Indonesia dipilih sebagai lokasi implementasi program. “Indonesia telah lama menjadi anggota IFAD. Sebagai negara berkembang dengan potensi besar di sektor pertanian, program ini selaras dengan visi IFAD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Kadis Pertanian Garut Haeruman menuturkan proyek Upland telah mengembangkan total 200 hektare lahan di empat desa yakni Sukawargi (100 hektare), Cikanang (30 hektare), Simpang (40 hektare), dan Margamulya (40 hektare). Proyek ini bertujuan menghasilkan benih kentang bersertifikat dan meningkatkan taraf hidup petani.
Dukungan infrastruktur seperti jalan usaha tani, embung, irigasi sprinkler, dan ternak domba, menjadi faktor pendukung keberhasilan proyek ini. “Program ini telah meningkatkan pendapatan petani, sehingga mereka kini lebih mandiri secara ekonomi,” katanya.
Dia berharap program ini dapat diperluas ke desa lain pada 2025. Namun, dia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani agar keberlanjutan aset seperti gudang benih tetap terjaga melalui pengelolaan berbasis peraturan desa (Perdes).
Rahmi juga menegaskan alasan Indonesia dipilih sebagai lokasi implementasi program. “Indonesia telah lama menjadi anggota IFAD. Sebagai negara berkembang dengan potensi besar di sektor pertanian, program ini selaras dengan visi IFAD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Kadis Pertanian Garut Haeruman menuturkan proyek Upland telah mengembangkan total 200 hektare lahan di empat desa yakni Sukawargi (100 hektare), Cikanang (30 hektare), Simpang (40 hektare), dan Margamulya (40 hektare). Proyek ini bertujuan menghasilkan benih kentang bersertifikat dan meningkatkan taraf hidup petani.
Dukungan infrastruktur seperti jalan usaha tani, embung, irigasi sprinkler, dan ternak domba, menjadi faktor pendukung keberhasilan proyek ini. “Program ini telah meningkatkan pendapatan petani, sehingga mereka kini lebih mandiri secara ekonomi,” katanya.
Dia berharap program ini dapat diperluas ke desa lain pada 2025. Namun, dia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani agar keberlanjutan aset seperti gudang benih tetap terjaga melalui pengelolaan berbasis peraturan desa (Perdes).
(jon)
Lihat Juga :