Husain Alting Sjah: Pilkada adalah Pertaruhan Menyelamatkan Harkat dan Martabat Rakyat
Jum'at, 22 November 2024 - 22:34 WIB
loading...
A
A
A
“Jika saudara-saudara sekalian bertanya sebenarnya apa yang kita selamatkan dalam Pilkada ini? Jawabannya sederhana: kehormatan dan masa depan rakyat Maluku Utara. Apakah kita akan dikenal sebagai generasi yang mempertahankan nilai-nilai leluhur, ataukah sebagai generasi yang merusaknya demi keuntungan sesaat? Pilihan ini bukan hanya tentang siapa yang memimpin lima tahun ke depan. Ini adalah tentang arah yang akan diambil negeri ini untuk masa depan. Jika salah memilih, maka harus siap menanggung akibatnya," tutur dia.
Tetapi jika memilih dengan hati nurani, dengan mempertimbangkan nilai-nilai adat dan agama, maka kita sedang meletakkan fondasi yang kokoh untuk generasi berikutnya anak-anak kita akan bertanya pada suatu hari nanti. Apa yang dilakukan orang tua kami saat negeri ini berada di persimpangan jalan?
"Dan kita harus bisa menjawab dengan bangga bahwa kita memilih untuk mempertahankan kehormatan, kita memilih untuk menyelamatkan Maluku Utara, alih-alih menjualnya," paparnya.
Sultan menyampaikan bahwa pilkada ini adalah pertaruhan terakhir untuk menyelamatkan Maluku Utara. Kata Sultan, ini adalah momen di mana kita bisa menunjukkan bahwa kita masih memegang prinsip “Moloku Kie Raha”, bahwa kita masih percaya pada nilai-nilai adat dan agama yang telah menjaga negeri ini selama ratusan tahun.
Dia melanjutkan jangan gadaikan kehormatan Maluku Utara hanya karena janji-janji politik yang tidak berarti. Jangan biarkan sejarah mencatat kita sebagai generasi yang mengkhianati leluhur. Sebaliknya, mari tunjukkan bahwa kita adalah rakyat yang setia, yang tahu bahwa kehormatan lebih berharga daripada apa pun yang ditawarkan dunia ini.
"Pilihlah dengan hati. Pilihlah demi masa depan. Karena ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang bagaimana kita ingin dikenang oleh generasi penerus di masa yang akan datang. Kehormatan Maluku Utara ada di tangan kita, dan kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Hidup terhormat berdasarkan adat atau terhina karena berkhianat. Mari bersama-sama Selamatkan Maluku Utara, "seru Sultan disambut riuh tepuk tangan seluruh masyarakat Maluku Utara," tutupnya.
Tetapi jika memilih dengan hati nurani, dengan mempertimbangkan nilai-nilai adat dan agama, maka kita sedang meletakkan fondasi yang kokoh untuk generasi berikutnya anak-anak kita akan bertanya pada suatu hari nanti. Apa yang dilakukan orang tua kami saat negeri ini berada di persimpangan jalan?
"Dan kita harus bisa menjawab dengan bangga bahwa kita memilih untuk mempertahankan kehormatan, kita memilih untuk menyelamatkan Maluku Utara, alih-alih menjualnya," paparnya.
Sultan menyampaikan bahwa pilkada ini adalah pertaruhan terakhir untuk menyelamatkan Maluku Utara. Kata Sultan, ini adalah momen di mana kita bisa menunjukkan bahwa kita masih memegang prinsip “Moloku Kie Raha”, bahwa kita masih percaya pada nilai-nilai adat dan agama yang telah menjaga negeri ini selama ratusan tahun.
Dia melanjutkan jangan gadaikan kehormatan Maluku Utara hanya karena janji-janji politik yang tidak berarti. Jangan biarkan sejarah mencatat kita sebagai generasi yang mengkhianati leluhur. Sebaliknya, mari tunjukkan bahwa kita adalah rakyat yang setia, yang tahu bahwa kehormatan lebih berharga daripada apa pun yang ditawarkan dunia ini.
"Pilihlah dengan hati. Pilihlah demi masa depan. Karena ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang bagaimana kita ingin dikenang oleh generasi penerus di masa yang akan datang. Kehormatan Maluku Utara ada di tangan kita, dan kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Hidup terhormat berdasarkan adat atau terhina karena berkhianat. Mari bersama-sama Selamatkan Maluku Utara, "seru Sultan disambut riuh tepuk tangan seluruh masyarakat Maluku Utara," tutupnya.
(abd)
Lihat Juga :