Kembangkan Pertanian di Sulut, Kementan Gelontorkan Rp136,86 Miliar
Senin, 31 Agustus 2020 - 01:03 WIB
loading...
A
A
A
"Upaya lain yang tak kalah penting adalah pengembangan varietas benih unggul provitas tinggi. Produktivitas kita tingkatkan sehingga produksi surplus, impor berkurang, dan kita terus tingkatkan ekspor. Jangan bergantung kepada impor. Mari kita siapkan pangan dari Sulawesi Utara," kata SYL pada kegiatan tanam dan panen integrasi kedelai, kelapa, dan jagung di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Minggu (30/8/2020).
SYL mengemukakan, selain upaya peningkatan produksi, Kementan juga melakukan pengembangan aspek hilirisasi sebagai solusi nyata menjamin harga yang menguntungkan bagi petani karena kedelai bisa dijadikan berbagai macam pangan olahan bernilai tinggi.
"Oleh karenanya, perlu dibangun kemitraan petani dengan industri supaya dapat memberi kepastian pasar dan pemanfaatan KUR, sehingga petani tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah," ujar SYL.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulut Edwin Silangen mengapresiasi program pembangunan pertanian saat ini. Pasalnya, pertanian menjadi sektor andalan untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan per Juli 2020, pertanian tumbuh 24,1 persen (month-to-month) secara nasional.
"Khusus di Sulut sendiri, pada triwulan II 2020, lapangan usaha pertanian masih tumbuh 2 persen. Pertanian mampu menahan laju penurunan ekonomi secara umum. Terima kasih Pak Menteri Pertanian, perhatianya memajukan pertanian di Sulut sangat luar biasa. Dalam enam bulan akhir ini sudah 2 kali berkunjung ke Sulut," kata Edwin.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan Suwandi menuturkan, pada tahun 2020 ini, Kementan mengalokasikan upaya pengembangan kedelai nasional seluas 120.000 hektare. Di Provinsi Sulut seluas 6.153 hektare.
SYL mengemukakan, selain upaya peningkatan produksi, Kementan juga melakukan pengembangan aspek hilirisasi sebagai solusi nyata menjamin harga yang menguntungkan bagi petani karena kedelai bisa dijadikan berbagai macam pangan olahan bernilai tinggi.
"Oleh karenanya, perlu dibangun kemitraan petani dengan industri supaya dapat memberi kepastian pasar dan pemanfaatan KUR, sehingga petani tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah," ujar SYL.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulut Edwin Silangen mengapresiasi program pembangunan pertanian saat ini. Pasalnya, pertanian menjadi sektor andalan untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan per Juli 2020, pertanian tumbuh 24,1 persen (month-to-month) secara nasional.
"Khusus di Sulut sendiri, pada triwulan II 2020, lapangan usaha pertanian masih tumbuh 2 persen. Pertanian mampu menahan laju penurunan ekonomi secara umum. Terima kasih Pak Menteri Pertanian, perhatianya memajukan pertanian di Sulut sangat luar biasa. Dalam enam bulan akhir ini sudah 2 kali berkunjung ke Sulut," kata Edwin.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan Suwandi menuturkan, pada tahun 2020 ini, Kementan mengalokasikan upaya pengembangan kedelai nasional seluas 120.000 hektare. Di Provinsi Sulut seluas 6.153 hektare.
Lihat Juga :