PJT I Angkut Sampah Domestik Hingga 40 Meter Kubik Per Hari dari Kali Surabaya
Minggu, 30 Agustus 2020 - 13:35 WIB
loading...
Sebuah excavator di Kali Surabaya mengangkut sampah untuk dipindah ke spoilbank atau bak penampungan sampah sementara yang berada di bantaran sungai.
A
A
A
SURABAYA - Perum Jasa Tirta (PJT) I setiap harinya mengangkut sebanyak 40 meter kubik sampah domestik yang berada di Kali Surabaya. Kali Surabaya sendiri membentang sepanjang 42,3 kilometer (km).
Setiap harinya, sampah yang mengapung dihalau PJT I menggunakan trash boom atau ponton apung yang berada di bawah Jembatan Tol Gunungsari. Sampah yang tertangkap itu lalu diangkut menggunakan excavator ke spoilbank atau bak penampungan sampah sementara yang berada di bantaran sungai.
"Setiap hari sampah yang bisa kami angkat sekitar 30 hingga 40 meter kubik. Berat tonasenya bervariasi, karena sampah organik dan anorganik bercampur dan kondisinya juga basah," kata Kepala Divisi Jasa ASA II PJT I, Arief Budiyantono, Minggu (30/8/2020).
(Baca juga:) 199 Santri di Banyuwangi Positif COVID-19, 6.000 Lainnya Dikarantina
Sampah yang terangkut itu kemudian dilakukan hauling atau pengangkutan menggunakan dump truck yang bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya. Selanjutnya sampah dibuang di TPA milik Pemkot Surabaya.
Arief menjelaskan, pengambilan sampah secara rutin itu menjadi bagian dari kegiatan operasional yang dilakukan PJT I. Hal itu dilakukan agar air yang akan dialirkan untuk air baku konsumsi masyarakat terutama di Kota Surabaya bisa lebih bersih.
“Sampahnya macam-macam. Dari permukaan terlihat hanya enceng gondok tapi juga banyak juga bercampur dengan sampah plastik,” ujar Arief.
Setiap harinya, sampah yang mengapung dihalau PJT I menggunakan trash boom atau ponton apung yang berada di bawah Jembatan Tol Gunungsari. Sampah yang tertangkap itu lalu diangkut menggunakan excavator ke spoilbank atau bak penampungan sampah sementara yang berada di bantaran sungai.
"Setiap hari sampah yang bisa kami angkat sekitar 30 hingga 40 meter kubik. Berat tonasenya bervariasi, karena sampah organik dan anorganik bercampur dan kondisinya juga basah," kata Kepala Divisi Jasa ASA II PJT I, Arief Budiyantono, Minggu (30/8/2020).
(Baca juga:) 199 Santri di Banyuwangi Positif COVID-19, 6.000 Lainnya Dikarantina
Sampah yang terangkut itu kemudian dilakukan hauling atau pengangkutan menggunakan dump truck yang bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya. Selanjutnya sampah dibuang di TPA milik Pemkot Surabaya.
Arief menjelaskan, pengambilan sampah secara rutin itu menjadi bagian dari kegiatan operasional yang dilakukan PJT I. Hal itu dilakukan agar air yang akan dialirkan untuk air baku konsumsi masyarakat terutama di Kota Surabaya bisa lebih bersih.
“Sampahnya macam-macam. Dari permukaan terlihat hanya enceng gondok tapi juga banyak juga bercampur dengan sampah plastik,” ujar Arief.
Lihat Juga :