Terungkap, di Jawa Barat Tak Ditemukan Candi meski Banyak Kerajaan
Jum'at, 08 November 2024 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Kuburan baru hanya dicirikan oleh pohon hanjuang (sejenis pohon perdu yang biasa ditanam di makam atau halaman rumah) hingga hari ke-40. Lewat waktu itu, tanah kuburan yang bersangkutan dianggap tanah biasa kembali.
Memang di Jawa Barat terdapat candi seperti Candi Cangkuang, tetapi secara keseluruhan dari sisi kuantitas jumlahnya kalah dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meski perkembangan Hinduisme cukup pesat di Jawa Barat, tetapi tampaknya ada ketidakcocokan dengan pola budaya yang ada.
Maka cangkokan candi di Jabar tidak bisa berkembang dengan baik. Di Jawa Tengah-lah candi tumbuh dengan baik yang diawali dengan pembangunan candi - candi di kompleks Dieng.
Raja-raja di Jawa Barat tampaknya lebih memilih mengabadikan momen dengan membuat prasasti-prasasti. Prasasti itu pun kebanyakan bersifat langsung dan lugas, tidak berbumbu-bumbu atau bertele-tele dan tidak menggunakan mantera atau istilahnya sekarang to the point.
Catatan sejarah di tanah Jawa Barat pun memperlihatkan bagaimana raja-raja termahsyur seperti Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi memilih tidak membangun candi sebagai bentuk fisik, namun cukup dengan prasasti.
Memang di Jawa Barat terdapat candi seperti Candi Cangkuang, tetapi secara keseluruhan dari sisi kuantitas jumlahnya kalah dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meski perkembangan Hinduisme cukup pesat di Jawa Barat, tetapi tampaknya ada ketidakcocokan dengan pola budaya yang ada.
Maka cangkokan candi di Jabar tidak bisa berkembang dengan baik. Di Jawa Tengah-lah candi tumbuh dengan baik yang diawali dengan pembangunan candi - candi di kompleks Dieng.
Raja-raja di Jawa Barat tampaknya lebih memilih mengabadikan momen dengan membuat prasasti-prasasti. Prasasti itu pun kebanyakan bersifat langsung dan lugas, tidak berbumbu-bumbu atau bertele-tele dan tidak menggunakan mantera atau istilahnya sekarang to the point.
Catatan sejarah di tanah Jawa Barat pun memperlihatkan bagaimana raja-raja termahsyur seperti Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi memilih tidak membangun candi sebagai bentuk fisik, namun cukup dengan prasasti.
(jon)
Lihat Juga :