Puluhan Rumah Terendam Banjir Akibat Hujan Deras, Ratusan Warga Sukabumi Mengungsi
Rabu, 06 November 2024 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat total 66 titik bencana akibat hujan deras ini. Selain banjir, beberapa wilayah juga terdampak pohon tumbang dan tanah longsor yang mengancam keselamatan warga di daerah tersebut.
Hingga saat ini, BPBD dan pihak terkait terus melakukan evakuasi dan penanganan bagi warga terdampak, sembari memantau kondisi cuaca yang masih belum stabil.
![Puluhan Rumah Terendam Banjir Akibat Hujan Deras, Ratusan Warga Sukabumi Mengungsi]()
Air masuk ke dalam rumah setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Bandung, Selasa (5/11/2024) sore. FOTO/AGI ILMAN
Banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung akibat hujan deras, Selasa (5/11/2024) sore. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum dan anak-anak sungainya, yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dari sore hari.
Kecamatan-kecamatan di wilayah Bandung Selatan, seperti Banjaran, Arjasari, Baleendah, dan Cangkuang, menjadi yang paling terdampak.
Genangan air menggenangi jalanan dan rumah-rumah warga. Akses jalan utama, seperti Cikutil-Bongpulus di Desa Banjaran Wetan, terputus total, membuat komunikasi dan mobilitas warga terganggu.
Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) setempat, Dede Hardi, mengonfirmasi bahwa banjir cukup parah dan telah menutupi sejumlah jalan.
Hingga saat ini, BPBD dan pihak terkait terus melakukan evakuasi dan penanganan bagi warga terdampak, sembari memantau kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Sungai Citarum Meluap

Air masuk ke dalam rumah setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Bandung, Selasa (5/11/2024) sore. FOTO/AGI ILMAN
Banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung akibat hujan deras, Selasa (5/11/2024) sore. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum dan anak-anak sungainya, yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dari sore hari.
Kecamatan-kecamatan di wilayah Bandung Selatan, seperti Banjaran, Arjasari, Baleendah, dan Cangkuang, menjadi yang paling terdampak.
Genangan air menggenangi jalanan dan rumah-rumah warga. Akses jalan utama, seperti Cikutil-Bongpulus di Desa Banjaran Wetan, terputus total, membuat komunikasi dan mobilitas warga terganggu.
Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) setempat, Dede Hardi, mengonfirmasi bahwa banjir cukup parah dan telah menutupi sejumlah jalan.
Lihat Juga :