Airin Siap Dorong Realisasi MRT Lebak Bulus-Rawa Buntu
Senin, 04 November 2024 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Wali Kota Tangsel dua periode ini menilai percepatan reaktivasi koridor jalan pesisir barat (Saketi-Malingping) dan Banten Tengah (Jasinga-Maja-Rangkasbitung) perlu direalisasikan. Ia pun menegaskan pentingnya perda untuk meningkatkan aktivasi Kawasan Banten Timur melalui alternatif koridor baru yang menghubungkan Cipanas-Bayah.
Secara terintegrasi, reaktivasi kereta api akan sampai ke Banten bagian selatan, terutama Kabupaten Lebak hingga ke Labuan, Pandeglang. “Saya bersyukur, saat menjadi walikota Tangsel pernah membahas ini bersama dengan PT Kereta Api Indonesia. Jika reaktivasi, bersama kita bangun kereta rel listrik atau KRL agar nyambung dari Rangkasbitung, Tangerang Raya, hingga ke Tanah Abang Jakarta,” terangnya.
Airin menyadari, untuk menciptakan moda transportasi yang terintegrasi membutuhkan anggaran besar. Oleh karena itu, butuh kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Baca juga: Dukung Airin-Ade, Jaringan Aktivis 98 Sebut Banten Butuh Pemimpin Berintegritas
“Jika ada program yang sudah disepakati bersama, pastikan time table, pastikan pembiayaan, pastikan siapa berbuat apa, dan kapan kita akan selesaikan. Itu akan menjadi pedoman bersama,” tuturnya.
Anggaran yang dikeluarkan untuk mengintegrasikan transportasi, sama dengan upaya subsidi terhadap masyarakat. “Jika dihitung dengan urusan kemacaetan, waktu yang terbuang di jalan, tentu konektivitas terpadu dan integrasi transportasi harus bersama kita lakukan,” tandasnya.
Secara terintegrasi, reaktivasi kereta api akan sampai ke Banten bagian selatan, terutama Kabupaten Lebak hingga ke Labuan, Pandeglang. “Saya bersyukur, saat menjadi walikota Tangsel pernah membahas ini bersama dengan PT Kereta Api Indonesia. Jika reaktivasi, bersama kita bangun kereta rel listrik atau KRL agar nyambung dari Rangkasbitung, Tangerang Raya, hingga ke Tanah Abang Jakarta,” terangnya.
Airin menyadari, untuk menciptakan moda transportasi yang terintegrasi membutuhkan anggaran besar. Oleh karena itu, butuh kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Baca juga: Dukung Airin-Ade, Jaringan Aktivis 98 Sebut Banten Butuh Pemimpin Berintegritas
“Jika ada program yang sudah disepakati bersama, pastikan time table, pastikan pembiayaan, pastikan siapa berbuat apa, dan kapan kita akan selesaikan. Itu akan menjadi pedoman bersama,” tuturnya.
Anggaran yang dikeluarkan untuk mengintegrasikan transportasi, sama dengan upaya subsidi terhadap masyarakat. “Jika dihitung dengan urusan kemacaetan, waktu yang terbuang di jalan, tentu konektivitas terpadu dan integrasi transportasi harus bersama kita lakukan,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :