Catat! Dimasa Pandemi Computer Vision Syndrome Berpotensi Meningkat
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 15:02 WIB
loading...
Di masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat diminta lebih banyak melakukan aktivitas di rumah dan untuk itu akan lebih banyak berinteraksi dengan peralatan gadget mereka, baik komputer, laptop, televisi, hingga telepon genggam. (Foto/SINDOnews/Dok)
A
A
A
MANADO - Di masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat diminta lebih banyak melakukan aktivitas di rumah dan untuk itu akan lebih banyak berinteraksi dengan peralatan gadget mereka, baik komputer, laptop, televisi, hingga telepon genggam.
Hal ini akan sangat berisiko pada kesehatan mata. Salah satunya adalah dengan meningkatnya kasus Computer Vision Syndrome di masa pandemi Covid-19. Dokter spesialis mata Siloam Hospitals Manado dr Novita S Satolom SpM mengatakan dengan melakukan kegiatan di rumah saja, setiap kegiatan menjadi sangat berhubungan dengan gadget.
Mulai dari belajar, sekolah, hingga mencari hiburan pun dilakukan secara online. Hal ini tentu saja membuat penggunaan gadget selama pandemi yang sangat tinggi. (BACA JUGA: YouTuber Harus Bersyukur, KPI: Nasionalis, RCTI & iNews Lindungi Pelaku Industri Kreatif)
“Tentu saja, ini akan membuat mata bekerja menatap gadget menjadi sangat lama sehingga menimbulkan Computer Vision Syndrome,” ungkapnya di sela Webinar Health Talk Siloam Hospitals Manado, Jumat (28/8/2020).
dr Novita menjelaskan Computer Vision Syndrome adalah kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital dan menunjukan gejala masalah mata yang terjadi penggunaan beragam gadget, seperti komputer, laptop, tablet, tv, dan juga telepon genggam, yang berlebihan.
Alhasil, akan membuat mata bekerja lebih keras. Belum lagi dengan mata yang tidak terkoreksi dengan tepat, dan postur tubuh tidak tepat saat melihat. Gejala tersebut dapat berupa mata terasa panas, mata merah, mata kering, dan mata berair. Tidak hanya itu, gejala gejala yang lainnya bisa seperti penglihatan yang ganda, myopia, hingga pusing.
Menurut dia, ada lima hal yang membuat ketegangan mata. Pertama, jangan menggunakan kacamata dengan ukuran lama walaupun kacamata tersebut masih nyaman digunakan.
Hal ini akan sangat berisiko pada kesehatan mata. Salah satunya adalah dengan meningkatnya kasus Computer Vision Syndrome di masa pandemi Covid-19. Dokter spesialis mata Siloam Hospitals Manado dr Novita S Satolom SpM mengatakan dengan melakukan kegiatan di rumah saja, setiap kegiatan menjadi sangat berhubungan dengan gadget.
Mulai dari belajar, sekolah, hingga mencari hiburan pun dilakukan secara online. Hal ini tentu saja membuat penggunaan gadget selama pandemi yang sangat tinggi. (BACA JUGA: YouTuber Harus Bersyukur, KPI: Nasionalis, RCTI & iNews Lindungi Pelaku Industri Kreatif)
“Tentu saja, ini akan membuat mata bekerja menatap gadget menjadi sangat lama sehingga menimbulkan Computer Vision Syndrome,” ungkapnya di sela Webinar Health Talk Siloam Hospitals Manado, Jumat (28/8/2020).
dr Novita menjelaskan Computer Vision Syndrome adalah kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital dan menunjukan gejala masalah mata yang terjadi penggunaan beragam gadget, seperti komputer, laptop, tablet, tv, dan juga telepon genggam, yang berlebihan.
Alhasil, akan membuat mata bekerja lebih keras. Belum lagi dengan mata yang tidak terkoreksi dengan tepat, dan postur tubuh tidak tepat saat melihat. Gejala tersebut dapat berupa mata terasa panas, mata merah, mata kering, dan mata berair. Tidak hanya itu, gejala gejala yang lainnya bisa seperti penglihatan yang ganda, myopia, hingga pusing.
Menurut dia, ada lima hal yang membuat ketegangan mata. Pertama, jangan menggunakan kacamata dengan ukuran lama walaupun kacamata tersebut masih nyaman digunakan.
Lihat Juga :