3 Fakta Menarik dari Kisah SBY Selamatkan Pemimpin Musuh yang Tertembak di Timor Timur
Senin, 28 Oktober 2024 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, SBY terjun di sana sebagai Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri 744. Saat ini, unit tersebut dikenal sebagai Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti (SYB).
Pada misi kala itu, SBY memimpin pasukannya dalam pertempuran di wilayah Same dan Ailio. Ia membawa setengah kekuatan Yonif 744/SYB dan membagi pasukan menjadi dua kompi dan satu komando taktis.
Bicara strategi, SBY menginstruksikan taktik insurgensi, penyergapan, dan pengadangan untuk menghadapi musuh. Memasuki pekan ketiga operasi, pasukan komando taktis Yonif 744/SYB terlibat baku tembak dengan anggota Falintil di Bukit Turiskai.
Setelah melalui pertempuran, pasukan FALINTIL tercerai-berai. Sementara pasukan SBY terus melakukan pengejaran sampai menemukan seorang anggota FALINTIL yang terluka parah dengan perut robek dan usus terburai.
Melihat musuh, para prajurit Yonif 744/SYB yang berada di sana ingin mengeksekusinya secara langsung. Namun, Sersan Adolfo Tilman yang memimpin pasukan komando taktis tak langsung bertindak dan memilih menunggu perintah dari SBY.
Kemudian, ia melalui sambungan telepon melaporkan kondisi tawanan dan meminta izin untuk menghabisi nyawanya kepada SBY. Mendengar informasi itu, SBY tidak mengizinkan eksekusi tawanan itu meski Adolfo terus mendesaknya.
“Tidak, tawanan jangan dibunuh tapi harus diselamatkan. Coba periksa sakunya, siapa nama tawanan itu,” kata SBY kepada Adolfo.
Setelah diperiksa, Adolfo menemukan kartu identitas dengan nama Julio Sarmento. Ia pun melaporkan temuan itu kepada SBY.
Pada misi kala itu, SBY memimpin pasukannya dalam pertempuran di wilayah Same dan Ailio. Ia membawa setengah kekuatan Yonif 744/SYB dan membagi pasukan menjadi dua kompi dan satu komando taktis.
Bicara strategi, SBY menginstruksikan taktik insurgensi, penyergapan, dan pengadangan untuk menghadapi musuh. Memasuki pekan ketiga operasi, pasukan komando taktis Yonif 744/SYB terlibat baku tembak dengan anggota Falintil di Bukit Turiskai.
2. SBY Mendapat Informasi Seorang Musuh Tergeletak Terluka Parah
Setelah melalui pertempuran, pasukan FALINTIL tercerai-berai. Sementara pasukan SBY terus melakukan pengejaran sampai menemukan seorang anggota FALINTIL yang terluka parah dengan perut robek dan usus terburai.
Melihat musuh, para prajurit Yonif 744/SYB yang berada di sana ingin mengeksekusinya secara langsung. Namun, Sersan Adolfo Tilman yang memimpin pasukan komando taktis tak langsung bertindak dan memilih menunggu perintah dari SBY.
Kemudian, ia melalui sambungan telepon melaporkan kondisi tawanan dan meminta izin untuk menghabisi nyawanya kepada SBY. Mendengar informasi itu, SBY tidak mengizinkan eksekusi tawanan itu meski Adolfo terus mendesaknya.
“Tidak, tawanan jangan dibunuh tapi harus diselamatkan. Coba periksa sakunya, siapa nama tawanan itu,” kata SBY kepada Adolfo.
Setelah diperiksa, Adolfo menemukan kartu identitas dengan nama Julio Sarmento. Ia pun melaporkan temuan itu kepada SBY.
Lihat Juga :