Kembangkan Produk Olahan Ikan, Warga di Kedung Ombo Bangkit dari Kemiskinan

Minggu, 27 Oktober 2024 - 22:53 WIB
loading...
A A A
“Saat musim panas, krispi petek dijakan kerupuk, tapi kalau musim hujan tidak produksi kerupuk. Produk saat ini baru rasa original semua,” ucapnya.

Dalam sehari, nelayan mendapatkan bahan baku ikan paling banyak 10 kg. Bahkan terkadang sehari sama sekali tidak mendapat karena cuaca sedang tidak bersahabat. Agar tetap bisa berproduksi, ikan lonjar hasil tangkapan disimpan terlebih dahulu. Namun untuk ikan petek tidak bisa disimpan karena harus fresh saat diolah.

Untuk penjualan, saat ini kebanyak masih dititipkan di kios-kios. Sementara, penjualan melalui online belum maksimal. Produk yang dihasilkan tahan sampai 3 bulan. Harga dijual bervariasi per bungkus mulai dari Rp3.000, Rp5.000, Rp7.000 dan Rp10.000.

Omzet per bulan saat ini baru Rp3 juta yang dibagi untuk 10 orang anggota kelompok. Kendala yang dihadapi di antaranya adalah kesulitan bahan baku dan pemasaran. Bahan baku sangat mengandalkan hasil tangkapan nelayan. Sebab budi daya ikan-ikan jenis tersebut tidak bisa dilakukan. Sedangkan untuk pemasaran, kendalanya belum bisa menjangkau pasar yang luas.

Dari proses yang terus berjalan, produk Kelompok Jawak pada tahun 2023 telah mendapatkan perizinan untuk produksi pangan industri rumah tangga (PIRT). Sehingga memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Melalui bantuan Pertamina, kemasan produk kini telah bagus. Berbeda dengan sebelumnya yang memakai pouch.

Untuk merubah kebiasaan masyarakat yang menjual langsung ikan hasil tangkapan, pada awalnya tidak mudah. Sebab pada waktu itu, masyarakat berpikiran tidak langsung mendapat penghasilan dari bekerja sebagai nelayan. Untuk sekali menangkap ikan di waduk, nelayan harus mengeluarkan biaya Rp50.000 untuk bahan bakar minyak (BBM), makan dan rokok.

Nelayan pria biasanya bekerja saat malam hari. Sedangkan nelayan perempuan bekerja saat siang hari. Sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk mengolah ikan hasil tangkapan. Setelah diberikan pelatihan beberapa kali, sekitar 25 nelayan perempuan sudah bergabung ke Kelompok Jawak.

Pelatihan yang diterima nelayan perempuan, antara lain pengolahan ikan, dan pengasapan ikan. Kendala yang dihadapi saat pendampingan adalah cara pandang bahwa ikan yang diolah juga laku dijual dengan harga yang lebih layak.

“Pada tahun 2021 kami ajak mereka diskusi, dan tahun Agustus 2022 mulai produksi dan dijual. Dan tahun 2023, produk dititipkan tetangga yang menjadi TKI di luar negeri, seperti Hongkong dan Taiwan dan ternyata laku. Mereka rutin mengirim ke luar negeri,” kata Akbar Alfiansyah, Community Development, Fuel Terminal Boyolali, PT Pertamina Patra Niaga.

Guna meningkatkan kapasitas produksi, Pertamina membelikan kulkas untuk stok karena saat musim kemarau tidak ada ikan yang ditangkap. Saat musim hujan, nelayan bisa menyimpan ikan hasil tangkapan di kulkas. Selain itu, nelayan juga dibuatkan kolam ikan lele. Sebab mereka juga diberikan pelatihan membuat krispi dan kerupuk lele. Produk ini bisa menjadi alternatif ketika tangkapan ikan di waduk tengah sepi.

Selain mengembangkan produk olahan ikan yang dilakukan ibu-ibu, kaum pria di wilayah itu juga tak mau ketinggalan. Mereka mengembangkan lagi bengkel nelayan yang telah lama vakum. Pada tahun 2023, didirikan bengkel dan rumah usaha nelayan, Kelompok Nelayan Sumber Agung.

“Usahanya sebenarnya sudah lama, tapi terkendala sarana dan prasarana. Berhenti saat pandemi Covid-19,” kata Daryono, Ketua Kelompok Nelayan Sumber Agung.

Para nelayan diarahkan membuat peralatan mencari ikan. Selain itu juga ada bantuan alat untuk pembuatan perahu nelayan. Anggota kelompok terdiri atas 15 orang nelayan. Masing-masing memiliki tugas tersendiri, mulai dari bidang mesin, membuat perahu, dan membuat peralatan mencari ikan. Untuk membuat perahu nelayan, dalam satu bulan bisa membuat 3 sampai 4 perahu karena sudah terbiasa.

“kebanyakan pesanan yang masuk membuat perahu baru. Kalau sudah jadi dan dilengkapi mesin diesel, harganya Rp4 juta sampai Rp5 juta. Pesanan berasal dari para nelayan dari berbagai wilayah di Waduk Kedung Ombo,” tuturnya.

Dikatakannya, ketika belum mendapat pendampingan, bengkel yang didirikan hanya jalan di tempat dan tak ada kemajuan. Setelah memperoleh pendampingan, secara berlahan bengkel mengalami kemajuan sedikit demi sedikit. Pesanan pembuatan dan perbaikan perahu mulai berjalan lancar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPBE Cimuning Terbakar,...
SPBE Cimuning Terbakar, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Elpiji Tidak Terganggu
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Kampung Berseri Sukses...
Kampung Berseri Sukses Berdayakan Masyarakat Enggros di Papua
LAN Luncurkan Akademi...
LAN Luncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan untuk Atasi Penduduk Miskin di Indramayu
Antisipasi Risiko Bencana...
Antisipasi Risiko Bencana dengan Pelatihan di SMP 1 Balongan Indramayu
Truk Tangki Tabrakan...
Truk Tangki Tabrakan Beruntun dengan 12 Kendaraan di Cigudeg Bogor, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Rekomendasi
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved