Kisah Pertarungan Panjalu dan Jenggala setelah Raja Airlangga Turun Tahta

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 06:52 WIB
loading...
Kisah Pertarungan Panjalu...
Perang saudara membuat dua kerajaan yang didirikan Raja Airlangga, Jenggala dan Panjalu terpecah. Padahal kerajaan itu dibentuk untuk diwariskan ke sang anak. Foto/Ilustrasi/II @ainusantara
A A A
PERANG saudara membuat dua kerajaan yang awalnya didirikan Raja Airlangga, Jenggala dan Panjalu terpecah. Padahal awalnya di kerajaan itu dibentuk untuk diwariskan ke sang anak.

Prasasti Turun Hyang memuat dua prasasti yang menceritakan antara Mapanji Garasakan dan Raja Panjalu terpecah.

Baca juga: Kisah Serangan Raja Airlangga Balas Dendam Hancurkan Blora

Peperangan itu tidak lama sesudah pembelahan negara, karena para ketua Desa Turun Hyang menunjukkan kesetiaannya kepada Mapanji Garasakan. Mereka juga ikut serta dalam peperangan untuk melawan musuh maka Mapanji Garasakan memberinya hadiah tambahan kepada Kepala Desa Turun Hyang.

Hadiah tambahan ini dipahami karena awalnya desa ini sempat menerima hadiah dari Raja Airlangga, yang dinyatakan pada prasasti peninggalan Airlangga.

Pada prasasti itu disebutkan adanya istilah hanyar, yang berarti baru saja dibelah, dikutip dari buku "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", dari Prof. Slamet Muljana.

Pembelahan kedua kerajaan itu oleh Airlangga disebutkan Slamet Muljana, terjadi pada November 1042. Setelah pembelahan atau pembagian itu dua tahun berikutnya terjadi peperangan.

Baca juga: Raja Airlangga, Penguasa Jawa yang Dianggap Titisan Dewa Wisnu

Prof Slamet Muljana menganalisa peperangan itu terjadi di masa Sri Samarawijaya Dharmasuparnawahana Teguh Uttungga Dewa, dan Sri Majaharaja Garasakan, saat keduanya memimpin kerajaannya masing-masing.

Penjelasan itu menyimpulkan, bahwa Mapanji Garasakan merupakan Raja Janggala.

Mapanji Garasakan merupakan putra dari Airlangga. Hak ini kian membuktikan tentang adanya kerajaan Janggala dan Panjalu dalam pertengahan abad 11. Khususnya sesudah tahun 1042, tarikh prasasti Gandhakuti dan prasasti Pamwatan yang merupakan prasasti Raja Airlangga.

Sejak tahun 1044, antara penguasa kerajaan Janggala dan Panjalu terjadi ketegangan yang mengakibatkan peperangan.

Ketegangan antara Janggala dan Panjalu berlarut-larut, dan berakhir pada tahun 1135 dengan hancurnya kerajaan Janggala oleh Raja Panjalu Sri Maharaja Mapanji Jayabhaya.

Kemenangan Panjalu terhadap Janggala terdokumentasi pada Prasasti Hantang, yang memuat ucapan Panjalu Jayati, yang artinya Panjalu yang menang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Rekomendasi
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved