alexametrics

Rentan Kecelakaan, Driver Ojol Diimbau Terdaftar Peserta BPJamsostek

loading...
Rentan Kecelakaan, Driver Ojol Diimbau Terdaftar Peserta BPJamsostek
Para Driver Gojek di acara Anniversary Ke-2 URC Gojek Surabaya, di pelataran Balai Pemuda Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Mitra ojek oline (ojol) yang sehari-hari bekerja di jalanan mengantar penumpang, dinilai rentan mengalami kecelakaan saat bekerja. Hal itu menjadi perhatian tersendiri bagi lembaga asuransi negara BPJAMSOSTEK.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Dodo Suharto, mengatakan masih banyak driver ojol Gojek yang belum terlindungin jaminan sosial BPJAMSOSTEK. Padahal, angka kecelakaan kerja dari tahun tahun cenderung meningkat.

"Angka kecelakaan kerja sebanyak 80 kasus per hari. Sebagian besar terjadi di jalan raya atau kecelakaan lalu lintas,"katanya saat menghadiri Anniversary Ke-2 URC Gojek Surabaya di Balai Pemuda Surabaya.



Iuran BPJAMSOSTEK, kata Dodo sangat terjangkau, tidak semahal sebungkus rokok. Iuran cukup Rp16.800 per bulan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). "Sudah iuran cukup terjangkau, manfaatnya cukup besar dan terus ditingkatkan,"lanjutnya.

Sesuai PP No.82 Tahun 2019 yang belum lama ini sahkan, manfaat program JKK dan JKM meningkat. Santunan JKM yang semula Rp 24 juta, per 2 Desember 2019 menjadi Rp 42 juta. Peningkatan manfaat program tersebut tanpa diikuti kenaikkan iuran.

"Santunan JKK meninggal dunia, di dalamnya memberikan bea pendidikan anak, yang semula hanya untuk 1 anak senilai Rp12 juta, sekarang untuk 2 anak dari TK sampai Perguruan Tinggi yang total nilai maksimalnya Rp174 juta," papar Dodo.

Dalam kesempatan yang sama, PPS Kepala BPJAMSOSTEK Surabaya Tanjung Perak, Moch Arfan, mengakui bahwa ojol merupakan salah satu peserta BPJAMSOSTEK yang paling tertib membayar iuran. Sebanyak 8.000 lebih ojol yang terdaftar dicabangnya tidak pernah nunggak bayar, karena pembayaran iuran mereka melalui sistem Gopay.

"Hal inilah yang menggembirakan, pembayaran iuran mereka sistem Gopay, dipotong langsung melalui aplikasi Gojek,"kata dia.

sampai 20 Desember 2019 ini sudah 15.839 Driver Gojek di Jawa Timur yang daftar program BPJAMSOSTEK. Mereka daftar di kantor cabang di kabupaten/kota masing-masing.

BPJAMSOSTEK Jawa Timur mencatat, sampai 20 Desember 2019 sudah ada 15.839 driver Gojek di Jawa Timur yang menjadi peserta program BPJAMSOSTEK. Kepesrtaan itu tersebar disetiap wilayah kerja setiap kantor cabang di kabupaten/kota ojol.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak