Kisah Kabinet 100 Menteri yang Berakhir Kurang dari 100 Hari
Senin, 21 Oktober 2024 - 18:48 WIB
loading...
A
A
A
Usai peristiwa G30S, kalangan mahasiswa dan pelajar mulai sering melakukan demonstrasi demi menyuarakan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura), yakni membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), membersihkan kabinet dari unsur G30S/PKI, dan menurunkan harga dan perbaiki ekonomi.
Bukannya memenuhi tuntutan demonstran, Sukarno justru mempertahankan beberapa tokoh yang dikenal dekat dengan PKI dalam perombakan kabinet.
Di antaranya adalah Subandrio, Surachman, Oei Tjoe Tat, dan Sudibjo.
Baca juga: Daftar 27 Menteri Prabowo Kelahiran Jawa, Ini Nama-namanya
Hal itu membuat, tokoh-tokoh anti-PKI seperti Jenderal AH Nasution dan Arudji Kartawinata justru tidak dilibatkan, sehingga menambah kekecewaan masyarakat dan Angkatan Bersenjata.
Pada 4 Februari 1966, Sukarno resmi melantik Kabinet Dwikora II. Presiden pertama Indonesia itu menyebutkan jika kabinet ini dibentuk untuk memperkuat landasan perjuangan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Bukannya memenuhi tuntutan demonstran, Sukarno justru mempertahankan beberapa tokoh yang dikenal dekat dengan PKI dalam perombakan kabinet.
Di antaranya adalah Subandrio, Surachman, Oei Tjoe Tat, dan Sudibjo.
Baca juga: Daftar 27 Menteri Prabowo Kelahiran Jawa, Ini Nama-namanya
Hal itu membuat, tokoh-tokoh anti-PKI seperti Jenderal AH Nasution dan Arudji Kartawinata justru tidak dilibatkan, sehingga menambah kekecewaan masyarakat dan Angkatan Bersenjata.
Pada 4 Februari 1966, Sukarno resmi melantik Kabinet Dwikora II. Presiden pertama Indonesia itu menyebutkan jika kabinet ini dibentuk untuk memperkuat landasan perjuangan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Lihat Juga :