Kisah Kemarahan Rakyat Majapahit saat Etnis Tionghoa Diangkat Jadi Penguasa
Senin, 21 Oktober 2024 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, Panembahan Jimbun mengangkat iparnya yang pada berita Tionghoa disebut Pa Bu Ta La. Identifikasi tokoh Pa Bu Ta La ini merupakan Prabu Girindrawardhana.
Nama Girindrawardhana sendiri tercantum pada prasasti Jiyu dari tahun Saka 1408 atau tahun Masehi 1486, dengan nama Dyah Ranawijaya.
Baca juga: Kisah Tionghoa Muslim Makmur Ketika Majapahit Diruntuhkan Kesultanan Demak
Raja Majapahit juga konon menikah dengan seorang keturunan Tionghoa yang kemudian menghasilkan seorang anak bernama Raden Kusen. Sang anak ini konin memiliki ketekunan dan keuletan kerja, tidak takut pada kesusahan, dan tidak kenal lelah saat bekerja.
Raden Kusen pulalah yang akhirnya juga turut membantu meruntuhkan kerajaan sang ayahnya. Ia bersama Jin Bun yang saat itu berusia 23 tahun melakukan penyerbuan ke Kerajaan Majapahit.
Sementara Kin San alias Raden Kusen berhasil menyelundup ke dalam keraton Majapahit, sebagai spion dalam usia hampir sama dengan Jin Bun.
Nama Girindrawardhana sendiri tercantum pada prasasti Jiyu dari tahun Saka 1408 atau tahun Masehi 1486, dengan nama Dyah Ranawijaya.
Baca juga: Kisah Tionghoa Muslim Makmur Ketika Majapahit Diruntuhkan Kesultanan Demak
Raja Majapahit juga konon menikah dengan seorang keturunan Tionghoa yang kemudian menghasilkan seorang anak bernama Raden Kusen. Sang anak ini konin memiliki ketekunan dan keuletan kerja, tidak takut pada kesusahan, dan tidak kenal lelah saat bekerja.
Raden Kusen pulalah yang akhirnya juga turut membantu meruntuhkan kerajaan sang ayahnya. Ia bersama Jin Bun yang saat itu berusia 23 tahun melakukan penyerbuan ke Kerajaan Majapahit.
Sementara Kin San alias Raden Kusen berhasil menyelundup ke dalam keraton Majapahit, sebagai spion dalam usia hampir sama dengan Jin Bun.
Lihat Juga :