3 Kisah Penyamaran TNI Paling Melegenda, Salah Satunya Jadi Mayat untuk Mengelabui Musuh
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Lewat penyamaran ini, Usman akhirnya berhasil ditangkap dan banyak memberikan keterangan tentang keberadaan Hasan Tiro. Setelah digali, ternyata Hasan Tiro sudah melarikan diri ke Malaysia melalui jalur utara yang tidak dijaga aparat.
Kisah penyamaran TNI yang terakhir ini dilakukan oleh Pardjo yang merupakan anggota Pasukan Gerak Tjepat (kini Kopasgat) dan diterjunkan ke hutan Papua sekitar tahun 1961-1962.
Suatu ketika, mereka disergap Korps Marinir Kerajaan Belanda di wilayah Fakfak dan kalah secara jumlah. Pardjo dan rekan-rekannya terpaksa harus mundur.
![3 Kisah Penyamaran TNI Paling Melegenda, Salah Satunya Jadi Mayat untuk Mengelabui Musuh]()
Foto/Ilustrasi/Ist
Saat mereka merasa kondisi sudah kondusif, pasukan Pardjo keluar untuk menyusup. Mereka menemukan sebuah perkampungan yang sudah porak-poranda dibakar pihak Belanda.
Pasukan kemudian memutuskan beristirahat di sekitar kampung itu. Sayangnya, mereka diserang tentara Belanda. Beberapa rekan Pardjo gugur karena terkena tembakan. Pardjo juga terluka akibat tertembak peluru Belanda.
Untuk mengelabui tentara Belanda, Pardjo memilih untuk bersembunyi di balik jasad rekan-rekannya dan menyamar seolah sudah tewas di medan perang.
Mobil patroli tentara Belanda berkeliaran dan membuatnya tak bisa bergerak.
Pardjo pun harus tidur dengan jasad rekannya selama lima hari, sebelum akhirnya diselamatkan warga dan dirawat.
3. Penyamaran TNI Jadi Mayat
Kisah penyamaran TNI yang terakhir ini dilakukan oleh Pardjo yang merupakan anggota Pasukan Gerak Tjepat (kini Kopasgat) dan diterjunkan ke hutan Papua sekitar tahun 1961-1962.
Suatu ketika, mereka disergap Korps Marinir Kerajaan Belanda di wilayah Fakfak dan kalah secara jumlah. Pardjo dan rekan-rekannya terpaksa harus mundur.

Foto/Ilustrasi/Ist
Saat mereka merasa kondisi sudah kondusif, pasukan Pardjo keluar untuk menyusup. Mereka menemukan sebuah perkampungan yang sudah porak-poranda dibakar pihak Belanda.
Pasukan kemudian memutuskan beristirahat di sekitar kampung itu. Sayangnya, mereka diserang tentara Belanda. Beberapa rekan Pardjo gugur karena terkena tembakan. Pardjo juga terluka akibat tertembak peluru Belanda.
Untuk mengelabui tentara Belanda, Pardjo memilih untuk bersembunyi di balik jasad rekan-rekannya dan menyamar seolah sudah tewas di medan perang.
Mobil patroli tentara Belanda berkeliaran dan membuatnya tak bisa bergerak.
Pardjo pun harus tidur dengan jasad rekannya selama lima hari, sebelum akhirnya diselamatkan warga dan dirawat.
(shf)
Lihat Juga :