Gerindra-PDIP Mesra di Pilkada Indramayu, Usung Nina Dai Bachtiar-Lucky Hakim
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Seusai acara, Lucky diwawancarai awak media. Dia mengaku telah mempelajari masalah di Kabupaten Indramayu. Menurut Lucky, di Indramayu, daerah di utara Jabar ini banyak terjadi ketimpangan sosial dan tingkat pendidikan masih rendah.
"Keluarga saya banyak di Indramayu. Mereka mengeluh. Anak disuruh sekolah sampai SMA enggak mau. Maunya sampai SMP karena banyak anak SMP yang sudah kerja. Ini pulau Jawa. Kenapa bisa berparadigma berpikir seperti itu?" kata Lucky.
"Lulus SD itu dianggap hebat. Menikah muda, perceraian tinggi, banyak yang jadi tenaga kerja informal di luar negeri. Masyarakatnya giat bekerja. Tapi ternyata lapangan pekerjaan sedikit. Maka, Indramayu butuh investor untuk memperluas lapangan kerja," ujar dia.
Selain kedua fakta itu, tutur Lucky, di Indramayu juga korupsi merajalela. Seperti diketahui, KPK menangkap tangan Supendi, karena menerima suap dari pengusaha saat menjabat Bupati Indramayu. Supendi divonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. "Korupsi merajarela. Dugaannya terbukti kan karena ada pengungkapan, ada yang ditangkap," tutur Lucky.
Karena itu, Lucky berkomitmen mewujudkan pemerintahan bersih dari korupsi dan berorientasi melayani. "Supaya masyarakat Indramayu terakomodir dan turut tersejahterakan, perizinan investasi tanpa korupsi dan suap, lapangan kerja banyak sehingga warga bisa menikmatinya," pungkas dia.
"Keluarga saya banyak di Indramayu. Mereka mengeluh. Anak disuruh sekolah sampai SMA enggak mau. Maunya sampai SMP karena banyak anak SMP yang sudah kerja. Ini pulau Jawa. Kenapa bisa berparadigma berpikir seperti itu?" kata Lucky.
"Lulus SD itu dianggap hebat. Menikah muda, perceraian tinggi, banyak yang jadi tenaga kerja informal di luar negeri. Masyarakatnya giat bekerja. Tapi ternyata lapangan pekerjaan sedikit. Maka, Indramayu butuh investor untuk memperluas lapangan kerja," ujar dia.
Selain kedua fakta itu, tutur Lucky, di Indramayu juga korupsi merajalela. Seperti diketahui, KPK menangkap tangan Supendi, karena menerima suap dari pengusaha saat menjabat Bupati Indramayu. Supendi divonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. "Korupsi merajarela. Dugaannya terbukti kan karena ada pengungkapan, ada yang ditangkap," tutur Lucky.
Karena itu, Lucky berkomitmen mewujudkan pemerintahan bersih dari korupsi dan berorientasi melayani. "Supaya masyarakat Indramayu terakomodir dan turut tersejahterakan, perizinan investasi tanpa korupsi dan suap, lapangan kerja banyak sehingga warga bisa menikmatinya," pungkas dia.
(awd)
Lihat Juga :