Sejumlah Titik Kemacetan yang Harus Jadi Perhatian 3 Cagub Jakarta
Rabu, 09 Oktober 2024 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) berencana membuat inovasi untuk mengatasi kemacetan Jakarta.
"Kita mungkin akan coba berinovasi membuat perahu melintasi 13 sungai di Jakarta. Kemudian juga perluasan yang namanya flyover masih dibutuhkan secara reality ya," tutur Kang Emil, dalam debat perdana Pilkada 2024, Minggu (6/10/2024).
Cagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menegaskan, Transjakarta tidak cukup dalam upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Menurutnya diperlukan Transjabodetabek untuk mengatasi permasalahan dari wilayah aglomerasi atau penyangga Jakarta.
"Transjakarta tak cukup mengatasi menyelesaikan persoalan macet di Jakarta, aglomerasi telah ada. Maka yang harus dilakukan adalah TransJabodetabek," katanya.
Sementara paslon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana membeberkan strategi mengatasi persoalan kemacetan sekaligus banjir di Jakarta.
Strategi mengatasi banjir dan macet Jakarta dari paslon nomor urut 2 ini masih tertuang dalam visi-misi. Namun begitu, Dharma Pongrekun menyebut, perlunya inovasi perbaikan desain tata ruang Jakarta sebagai kota global untuk mengatasi kemacetan.
Pendekatan tersebut bisa dilakukan melalui arus penelitian dan pengembangan terlebih dahulu. "Inovasi perbaikan, desain, tata kita untuk mengatasi kemacetan melalui arus utama penelitian dan pemberdayaan pengembangan," ujar Dharma dalam paparan debat perdana.
"Kita mungkin akan coba berinovasi membuat perahu melintasi 13 sungai di Jakarta. Kemudian juga perluasan yang namanya flyover masih dibutuhkan secara reality ya," tutur Kang Emil, dalam debat perdana Pilkada 2024, Minggu (6/10/2024).
Cagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menegaskan, Transjakarta tidak cukup dalam upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Menurutnya diperlukan Transjabodetabek untuk mengatasi permasalahan dari wilayah aglomerasi atau penyangga Jakarta.
"Transjakarta tak cukup mengatasi menyelesaikan persoalan macet di Jakarta, aglomerasi telah ada. Maka yang harus dilakukan adalah TransJabodetabek," katanya.
Sementara paslon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana membeberkan strategi mengatasi persoalan kemacetan sekaligus banjir di Jakarta.
Strategi mengatasi banjir dan macet Jakarta dari paslon nomor urut 2 ini masih tertuang dalam visi-misi. Namun begitu, Dharma Pongrekun menyebut, perlunya inovasi perbaikan desain tata ruang Jakarta sebagai kota global untuk mengatasi kemacetan.
Pendekatan tersebut bisa dilakukan melalui arus penelitian dan pengembangan terlebih dahulu. "Inovasi perbaikan, desain, tata kita untuk mengatasi kemacetan melalui arus utama penelitian dan pemberdayaan pengembangan," ujar Dharma dalam paparan debat perdana.
(maf)
Lihat Juga :