Survei Pilkada, Melki-Jhoni Paling Disukai Masyarakat NTT
Selasa, 08 Oktober 2024 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Survei ini juga memetakan tingkat kesadaran dan pemilihan publik terhadap para calon melalui beberapa aspek.
Pertama, pada aspek Top of Mind atau Spontaneous Awareness, tingkat elektabilitas pasangan Melki-Jhoni mencapai 34,2%. Sedangkan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mencapai 27,4%, dan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu mencapai 19,6%.
Responden yang tidak memilih tercatat sebesar 18,8%. Pada aspek Aided Awareness, responden diberikan bantuan gambar dan nama ketiga pasangan calon di kartu suara. Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Melki-Jhoni mencapai tingkat keterpilihan 40,8%.
Pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto memperoleh 33,4%, sedangkan pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu mendapatkan 20,1%. Responden yang tidak memilih berjumlah 5,7%.
Survei ini juga mengukur kemantapan responden dalam pilihan kepala daerah saat survei dibandingkan dengan pilihan di bilik suara. Hasilnya menunjukkan bahwa 67,2% responden tidak akan mengubah pilihan mereka. Sedangkan 27,6% menyatakan akan merubah pilihan setelah mengetahui visi dan misi pasangan calon saat kampanye.
Kemudian, sebanyak 5,2% responden memilih untuk tidak mengungkapkan pilihan mereka.
Dalam survei juga ditemukan sejumlah permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat NTT, di mana 75,7% responden mengungkapkan bahwa mereka menghadapi isu-isu serius seperti kemiskinan, keterbatasan sarana prasarana dan infrastruktur transportasi, dan risiko kelaparan.
"Selain itu, tingkat kesehatan yang rendah, serta sumber daya manusia yang kurang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi yang lamban. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kepala daerah NTT yang terpilih di masa mendatang," jelasnya.
Pertama, pada aspek Top of Mind atau Spontaneous Awareness, tingkat elektabilitas pasangan Melki-Jhoni mencapai 34,2%. Sedangkan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mencapai 27,4%, dan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu mencapai 19,6%.
Responden yang tidak memilih tercatat sebesar 18,8%. Pada aspek Aided Awareness, responden diberikan bantuan gambar dan nama ketiga pasangan calon di kartu suara. Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Melki-Jhoni mencapai tingkat keterpilihan 40,8%.
Pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto memperoleh 33,4%, sedangkan pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu mendapatkan 20,1%. Responden yang tidak memilih berjumlah 5,7%.
Survei ini juga mengukur kemantapan responden dalam pilihan kepala daerah saat survei dibandingkan dengan pilihan di bilik suara. Hasilnya menunjukkan bahwa 67,2% responden tidak akan mengubah pilihan mereka. Sedangkan 27,6% menyatakan akan merubah pilihan setelah mengetahui visi dan misi pasangan calon saat kampanye.
Kemudian, sebanyak 5,2% responden memilih untuk tidak mengungkapkan pilihan mereka.
Dalam survei juga ditemukan sejumlah permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat NTT, di mana 75,7% responden mengungkapkan bahwa mereka menghadapi isu-isu serius seperti kemiskinan, keterbatasan sarana prasarana dan infrastruktur transportasi, dan risiko kelaparan.
"Selain itu, tingkat kesehatan yang rendah, serta sumber daya manusia yang kurang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi yang lamban. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kepala daerah NTT yang terpilih di masa mendatang," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :