Cagub Ridwan Kamil Akan Ciptakan Jakarta yang Inklusif, Toleran, dan Berkeadaban
Senin, 07 Oktober 2024 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ridwan Kamil Yakin Program RIDO Nyambung dengan Cita-Cita Muhammadiyah
Peningkatan ini mencerminkan tingginya semangat toleransi di kalangan warga Jawa Barat, dengan lebih dari 90% masyarakat menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman keyakinan.
Angka Indeks Kerukunan Beragama di Jawa Barat melampaui angka rata-rata secara nasional yang berada di 75,36%. Ini menjadikan Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan agama terbaik.
"Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, Jawa Barat yang sebelumnya dinilai rentan terhadap konflik berbasis agama, justru berhasil menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama," terang Billy.
Oleh karena itu, Billy menepis tudingan miring yang menyebutkan Ridwan Kamil hanya fokus menghadirkan program untuk satu agama tertentu saja, yaitu Islam lewat Magrib Mengaji. Gerakan Magrib Mengaji, kata Billy, bukanlah gerakan baru atau eksklusif karena telah ada sejak era Gubernur Anies Baswedan, yang dimulai pada 2019 di bawah koordinasi Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Pemprov DKI Jakarta.
“Ini bukan masalah eksklusivitas agama, melainkan kebutuhan masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Namun, umat beragama lain akan difasilitasi secara adil dengan cara yang sesuai,” tambah Billy.
Peningkatan ini mencerminkan tingginya semangat toleransi di kalangan warga Jawa Barat, dengan lebih dari 90% masyarakat menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman keyakinan.
Angka Indeks Kerukunan Beragama di Jawa Barat melampaui angka rata-rata secara nasional yang berada di 75,36%. Ini menjadikan Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan agama terbaik.
"Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, Jawa Barat yang sebelumnya dinilai rentan terhadap konflik berbasis agama, justru berhasil menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama," terang Billy.
Oleh karena itu, Billy menepis tudingan miring yang menyebutkan Ridwan Kamil hanya fokus menghadirkan program untuk satu agama tertentu saja, yaitu Islam lewat Magrib Mengaji. Gerakan Magrib Mengaji, kata Billy, bukanlah gerakan baru atau eksklusif karena telah ada sejak era Gubernur Anies Baswedan, yang dimulai pada 2019 di bawah koordinasi Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Pemprov DKI Jakarta.
“Ini bukan masalah eksklusivitas agama, melainkan kebutuhan masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Namun, umat beragama lain akan difasilitasi secara adil dengan cara yang sesuai,” tambah Billy.
Lihat Juga :