Debat Perdana, Dharma-Kun: Jakarta Tanpa Adab, Keadilan Tak Akan Ada
Minggu, 06 Oktober 2024 - 20:55 WIB
loading...
Adab atau sopan santun yang didasarkan pada ajaran agama menjadi salah satu isu urama yang disoroti pasangan calon Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana. Foto/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Adab atau sopan santun yang didasarkan pada ajaran agama menjadi salah satu isu urama yang disoroti pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana saat debat perdana di JiExpo, Kemayoran, Minggu (6/10/2024). Dharma menilai, adab menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk mencapai keadilan sosial.
Menurutnya, transformasi Jakarta sebagai kota global tanpa adab, maka keadilan tak akan bisa diwujudkan. “Tema pembahasan adalah penguatan sumber daya manusia dan transformasi Jakarta sebagai kota global berkeadilan, tanpa adab keadilan itu tidak ada,” ujar Dharma saat penyampaian visi-misi dalam sesi debat pertama.
Dia memandang, untuk mengimplementasikan keadilan sosial, pemerintah perlu menanamkan adab sebagai pondasi untuk menuju ke kota global yang sejati. “Oleh sebab itu nomor kami, nomor 2, kemanusiaan yang adil dan beradab, oleh sebab itu untuk mewujudkan keadilan sosial kita perlu menanamkan adab sebagai fondasi untuk menuju kepada kota global yang sejati,” paparnya.
Baca juga: Bicara Kesetaraan Gender, Ridwan Kamil Bikin Program Sekolah untuk Perempuan
Dharma mencatat, visi paslon nomor urut 2 adalah menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan global yang aman. Hal ini diwujudkan melalui reformasi jati diri agar rakyat bisa beradab, harmoni, mandiri, makmur, dan bahagia.
Dalam kesempatan itu, Dharma juga memaparkan misi yang dituangkan melalui tujuh poin utama. Pertama, mewujudkan transformasi Jakarta sebagai pusat keunggulan tatanan nasional, regional, dan global yang aman dan beradab untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakat.
Menurutnya, transformasi Jakarta sebagai kota global tanpa adab, maka keadilan tak akan bisa diwujudkan. “Tema pembahasan adalah penguatan sumber daya manusia dan transformasi Jakarta sebagai kota global berkeadilan, tanpa adab keadilan itu tidak ada,” ujar Dharma saat penyampaian visi-misi dalam sesi debat pertama.
Dia memandang, untuk mengimplementasikan keadilan sosial, pemerintah perlu menanamkan adab sebagai pondasi untuk menuju ke kota global yang sejati. “Oleh sebab itu nomor kami, nomor 2, kemanusiaan yang adil dan beradab, oleh sebab itu untuk mewujudkan keadilan sosial kita perlu menanamkan adab sebagai fondasi untuk menuju kepada kota global yang sejati,” paparnya.
Baca juga: Bicara Kesetaraan Gender, Ridwan Kamil Bikin Program Sekolah untuk Perempuan
Dharma mencatat, visi paslon nomor urut 2 adalah menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan global yang aman. Hal ini diwujudkan melalui reformasi jati diri agar rakyat bisa beradab, harmoni, mandiri, makmur, dan bahagia.
Dalam kesempatan itu, Dharma juga memaparkan misi yang dituangkan melalui tujuh poin utama. Pertama, mewujudkan transformasi Jakarta sebagai pusat keunggulan tatanan nasional, regional, dan global yang aman dan beradab untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakat.
Lihat Juga :